Kamis 25 Feb 2021 14:36 WIB

Aksi Kemanusiaan BSMI NTB Bantu Korban Gempa

Para relawan dari BSMI NTB melakukan program mobile clinic

Relawan BSMI NTB
Foto: BSMI NTB
Relawan BSMI NTB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) melayani para pengungsi korban gempa bumi Sulawesi Barat yang sempat mengguncang warga setempat pada 15 Januari lalu. Tidak hanya layanan mobile clinic, perhimpunan kemanusiaan ini juga mengadakan aksi-aksi kemanusiaan di sekitar lokasi gempa.

Ketua BSMI NTB Dr dr Rohadi Sp.BS menjelaskan, para relawan berada di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene selama 14 hari. Mereka terjun ke lokasi dari 25 Januari hingga 6 Februari. Menurut Rohadi, BSMI NTB juga menggandeng unsur lain yang terdiri dari LAZ DASI NTB, IDI Mataram, RSUD Dr.R. Soedjono Selong, hingga BEM Universitas Mataram. “Mereka ditempatkan di Kabupaten Mamuju dan Majene,”ujar Rohadi lewat keterangan tertulis kepada Republika.co.id, belum lama ini. 

Para relawan dari BSMI NTB melakukan program mobile clinic di Dusun Soqdoq, Desa Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Aksi serupa juga dilakukan di kabupaten yang sama, yakni Dusun Alla-Alla, Desa Rangas, Simboro. Di Kabupaten Majene, para relawan melakuukan layanan ambulan keliling untuk para penyintas gempa. 

Relawan-relawan BSMI NTB juga terjun langsung mengawal Rumah Sakit Lapangan BSMI. Para dokter dan relawan ikut berkontribusi melakukan piket terjadwal di rumah sakit yang didirikan pada Januari tersebut. 

Seperti diketahui, gempa bumi Sulawesi Barat 2021 berkekuatan 6,2 magnitudo yang melanda pesisir barat pulau Sulawesi pada tanggal 15 Januari 2021, pukul 02:28 WITA. Gempa berpusat di 7 km timur laut Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa ini paling dirasakan di kabupaten Majene dan Mamuju hingga membuat porak poranda hampir seluruh datarannya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 90 orang meninggal dunia, 47 diantaranya berasal dari kabupaten Mamuju. Sementara itu, korban luka berat sebanyak 12 orang, 200 orang luka sedang, 425 luka ringan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement