Rabu 17 Feb 2021 19:35 WIB

Cerita Orang Tua yang Khawatir Anaknya Kecanduan Gadget

Sejak pandemi anaknya menjadi kecanduan pakai gadget padahal bukan untuk belajar.

Rep: Eva Rianti / Red: Andi Nur Aminah
Mendampingi anak saat bermain dengan gadget (ilustrasi).
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Mendampingi anak saat bermain dengan gadget (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir satu tahun telah menimbulkan sejumlah dampak, termasuk bagi dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang biasanya dilakukan di sekolah beralih melalui online dengan memanfaatkan teknologi, yakni gadget rupanya menyebabkan sebagian besar anak-anak mengalami kecanduan bermain gadget.

Subur (42 tahun), salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Panunggangan, Kota Tangerang menyampaikan rasa khawatir terhadap dua anaknya yang sejak pandemi menjadi kecanduan menggunakan handphone. “Kami sebagai orang tua khawatir tentunya dengan anak-anak yang kecanduan gadget,” ujar Subur saat ditemui Republika.co.id, Rabu (17/2).

Baca Juga

Alih-alih diberikan handphone untuk belajar online, Subur mengatakan, anaknya yang duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini sudah mengenal sejumlah aplikasi kekinian yang telah memakan waktu belajarnya. Anaknya yang berusia 8 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) juga suka bermain video gim.

“Pada main Tiktok. Saya enggak ngerti malah, mereka yang lebih ngerti di handphone itu ada macam-macam aplikasi,” tutur Subur sambil menunjukkan contoh salah satu video anaknya tengah berjoget dengan background musik a la Tiktok.

Berdasarkan pengamatannya terhadap kedua anaknya, waktu untuk belajar online sangat minim. Sementara waktu untuk hal lainnya lewat handphone jauh lebih banyak. “Fokus belajarnya mungkin sekitar 10 persen saja, selebihnya begitu (bermain aplikasi, Red). Bisa sampai delapan jam sehari, bahkan lebih,” terangnya.

Subur mengaku dia seringkali mengomeli anak-anaknya jika sudah melewati batas. Dia khawatir kondisi kesehatan kedua anaknya terganggu dengan terus-terusan bermain gadget. “Saya suka negur, suka pusing kepala anak saya, termasuk yang kecil. Sampai malam jam 23.00 WIB anak saya masih main handphone, saya ambil, saya marah, besok enggak boleh masih handphone, sampai nangis. Kalau begini, merusak mata, saya bilang. Ini bukan belajar,” ujarnya seraya menirukan caranya menegur sang anak. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement