Ahad 14 Feb 2021 18:11 WIB

Empat Titik Pembangunan JPO di Kota Bogor 

Empat Titik Pembangunan JPO di Kota Bogor 

Rep: Shabrina/ Red: Muhammad Hafil
Empat Titik Pembangunan JPO di Kota Bogor 
Foto: Prayogi/Republika
Empat Titik Pembangunan JPO di Kota Bogor 

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan studi dan kajian terkait kebutuhan jembatan penyebrangan orang (JPO). Saat ini, ada empat titik yang jadi perhatian Pemkot Bogor.

“Jadi kita sedang melakukan studi dan kajian terkait dengan kebutuhan penyebrangan jalan orang yang tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan untuk warga,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pekan lalu.

Baca Juga

Lebih lanjut, Dedie mengatakan, titik pertama pembangunan JPO yakni JPO Paledang di Jalan Paledang, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya yang berada di depan Stasiun Bogor. 

Menurutnya, selama ini JPO Paledang dinilai tidak manusiawi dan kurang ergonomis. Apalagi, di JPO tersebut kerap terjadi tindak kriminal pencopetan.

“Ada empat titik yang jadi perhatian. Yang pertama adalah JPO paledang yang selama ini tidak manusiawi, atau memang secara teknis kurang ergonomis,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Dedie, Pemkot Bogor berencana membangun JPO di area sekitar Masjid Raya Bogor, di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

“Kemudian yang ke-tiga adalah JPO yang harus kita bangun, antara Jambu Dua Mall ke Jalan Pajajaran,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga berencana memperbaiki JPO yang ada di Kota Bogor, yang dinilai tidak layak secara teknis. Sehingga membutuhkan perbaikan, pembongkaran, maupun pergantian.

Meski demikian, Dedie mengatakan ada dua titik yang akan diprioritaskan lebih dulu oleh Pemkot Bogor dalam waktu yang tidak terlalu lama. Yakni untuk pembangunan JPO di Mall Jambu Dua dan Masjid Raya Bogor.

“Yang sudah mengerucut sebetulnya dua ya. Itu JPO untuk Jambu Dua arah Pajajaran, satu lagi adalah JPO di sekitaran Masjid Raya Bogor. Itu yang akan kita prioritaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucapnya.

Dedie menambahkan, pembangunan JPO tersebut bisa saja dikerjasamakan dengan pihak ke-tiga. Atau mengalokasika anggarannya ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 Kota Bogor.

Namun, lanjutnya, pengalokasian kepada APBD dinilai agak sulit sehingga Pemkot Bogor berncana mencari alternatif, terutama dengan bekerjasama dengan pihak ke-tigaz

“Tetapi kalau kita bicara APBD sekarang kan fokusnya mungkin agak sulit kalau kita alokasikan sekaranga-sekarang. Makanya kita sedang mencari alternatif terutama untuk JPO di Paledang, itu dikerjasmaakan dengan pihak ketiga,” pungkasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement