Rabu 10 Feb 2021 12:46 WIB

BPBD Siapkan Jalur Evakuasi Erupsi Gunung Raung

BPBD Banyuwangi juga telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih
Aktivitas Gunung Raung terpantau dari Desa Sumberwringin, Sumberwringin, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (10/2/2021). Data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung pukul 00:00-06:00 WIB menunjukkan adanya asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 1000-2000 meter dari puncak dan pihaknya kemudian mengimbau masyarakat terkait adanya sebaran hujan abu vulkanik.
Foto: Antara/Seno
Aktivitas Gunung Raung terpantau dari Desa Sumberwringin, Sumberwringin, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (10/2/2021). Data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung pukul 00:00-06:00 WIB menunjukkan adanya asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 1000-2000 meter dari puncak dan pihaknya kemudian mengimbau masyarakat terkait adanya sebaran hujan abu vulkanik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi telah menyiapkan jalur evakuasi untuk warga terdampak erupsi Gunung Raung. Langkah ini dilakukan lantaran gunung berketinggian 3.332 mdpl tersebut masih menunjukkan aktivitasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Kadir mengatakan, pihaknya telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi dari pemukiman penduduk. "Serta melakukan pengecekan ulang jalur evakuasi bagi warga," kata dia, dalam keterangan pers, Rabu (10/2).

Baca Juga

Menurut Kadir, langkah persiapan ini merupakan bagian dari langkah kontijensi. BPBD Banyuwangi berusaha terus mempersiapkan hal-hal untuk kemungkinan terburuk. Dalam hal ini termasuk berkoordinasi dengan berbagai lintas elemen.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram menjelaskan, telah mengidentifikasi wilayah yang harus melakukan pengungsian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aktivitas Gunung Raung yang mulai meningkat.

BPBD Banyuwangi juga telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi. Beberapa di antaranya di Kecamatan Kalibaru, Glemore, Sempu, dan Kecamatan Songgon. BPBD telah memeriksa untuk memastikan jalur tersebut telah siap membantu warga evakuasi ke depannya.

Selain itu, Eka juga mengimbau masyarakat sekitar tetap tenang dan waspada. Masyarakat tetap wajib menjaga jarak aman dari kawah Gunung Raung. Terlebih, BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar menyiapkan pelayanan kesehatan mengingat dampak abu vulkanik.

Gunung Raung masih menunjukkan peningkatan aktivitasnya pada Rabu (10/2) pagi. Meski demikian, status gunung yang berada di wilayah Banyuwangi, Bondowoso dan Jember ini masih berstatus waspada.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo menyatakan, erupsi di gunung berketinggian 3.332 mdpl tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan keluarnya abu vulkanik, suara gemuruh dan cahaya api ketika malam. "Sampai hari ini, pagi tadi, abu dominan ke arah timur," kata Mukijo kepada Republika.co.id, Rabu (10/2).

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama teramati berwarna kelabu dan hitam. Intensitasnya sedang hingga tebal tinggi sekitar 1.000 sampai 2.000 meter (m) dari puncak.

"Dan kalau jangkauan abu tergantung angin. Kalau empat hari terakhir, hujan abu terjadi di Banyuwangi," jelasnya.

Pada aspek kegempaan, PPGA Raung mengamati adanya aktivitas tersebut sebanyak satu kali. Gempa tremor menerus terjadi dengan amplitudo tiga sampai 18 milimeter (mm). Namun amplitudo yang paling dominan sekitar tujuh mm.

Mukijo memastikan warga di sekitar Gunung Raung masih aman. Pasalnya, jarak tempat tinggal mereka dengan kawah sekitar 10 kilometer (km). Sementara zona bahaya yang ditetapkan sekitar radius dua km dari kawah utama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement