Ahad 07 Feb 2021 10:04 WIB

TMA Bendung Katulampa Kembali Siaga 3

Ketinggian air mulai naik diketahui Ahad (7/2) hari ini sekitar pukul 03.00 WIB.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Warga mengamati aliran sungai Ciliwung yang keruh di Bendungan Katulampa ,Kota Bogor, Jawa Barat (ilustrasi) Selasa (19/1/2021). Kondisi air sungai Ciliwung menghitam karena bercampur dengan material bekas longsor dan banjir di kawasan Puncak.
Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA
Warga mengamati aliran sungai Ciliwung yang keruh di Bendungan Katulampa ,Kota Bogor, Jawa Barat (ilustrasi) Selasa (19/1/2021). Kondisi air sungai Ciliwung menghitam karena bercampur dengan material bekas longsor dan banjir di kawasan Puncak.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Hujan yang mengguyur Bogor dan sekitarnya sejak Ahad (7/2) dini hari menyebabkan tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa mencapai 130 cm atau Siaga 3. Ketinggian air mulai naik diketahui Ahad (7/2) hari ini sekitar pukul 03.00 WIB.

Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengatakan, berdasarkan data di Posko Pengawas Ciliwung Bendung Katulampa, pada pukul 02.00 WIB, TMA terpantau masih dalam status normal 50 cm dengan cuaca gerimis.  “Ketinggian air 50 cm bertahan hingga pukul 05.00 WIB, sementara intensitas hujan di Bogor makin deras,” ujar Andi, Ahad (7/2).

Baca Juga

Selang satu menit kemudian, lanjutnya, ketinggian air naik 70 cm atau Siaga 4 dan pukul 06.00 WIB, ketinggian mencapai angka 130 cm dengan status Siaga 3 Banjir Jakarta. "Iya, TMA naik ke siaga 3, 130 cm masih  bertahan hingga pukul 07.30 WIB. dan cuaca masih hujan," jelas Andi.

Sementara, di Pintu Air Panus, Depok terpantau TMA Sungai Ciliwung masih dalam status Siaga 4 dengan 170 cm. Sedangkan di Pintu Air Manggarai masih dalam Siaga 4 dengan ketinggian 630 cm.

"Aliran air Ciliwung akan tiba di hilir sekitar 10 hingga 12 sentimeter. Masyarakat di bantaran sungai diminta waspada karena Bogor masih hujan," tambah Andi. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Citeko Bogor, Fatuhri Syabani mengatakan hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi pada Februari. “Berdasarkan kondisi musim bulan Februari, wilayah Bogor memasuki puncak musim hujan sehingga potensi hujan cukup tinggi terjadi dengan intensitas ringan hingga lebat dan bersifat terus menerus,” jelas Fatuhri.

Meski demikian, diprakirakan, curah hujan akan mulai menurun di akhir Februari. Namun, dia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.  “Intinya masyarakat harus tetap waspada karena diprakirakan curah hujan di bulan Februari ini masih cukup tinggi,” ujarnya.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement