Kamis 21 Jan 2021 19:44 WIB

Pasar Tradisional di Mamuju Mulai Beraktivitas

Walaupun tidak seramai sebelum terjadi gempa

Penjual menawarkan barang dagangannya di pasar baru Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (17/1/2021). Memasuki hari ketiga pasca gempa bumi Mamuju-Majene pasar tradisional kembali beroperasi.
Foto: ANTARA FOTO/ Akbar Tado
Penjual menawarkan barang dagangannya di pasar baru Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (17/1/2021). Memasuki hari ketiga pasca gempa bumi Mamuju-Majene pasar tradisional kembali beroperasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU — Pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis (21/1), atau hari keenam pascagempa magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju, mulai beraktivitas.

Dari pantauan pada Kamis (21/1) sore di Pasar Sentral Mamuju yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di daerah itu, terlihat sejumlah pedagang mulai membuka kios jualannya.

Walaupun tidak seramai sebelum terjadi gempa, namun beberapa warga terlihat membeli berbagai kebutuhan, seperti sayur-sayuran, cabai dan berbagai perlengkapan dapur lainnya.

"Sejak kemarin saya jualan, tetapi hanya ada satu atau dua orang pembeli," kata Salmiah, pedagang buah-buahan di Pasar Sentral atau Pasar Lama Mamuju.

Salah seorang warga yang ditemui saat berbelanja berbagai kebutuhan pokok di Pasar Lama ibu Nur mengaku, sejak gempa bumi mengguncang wilayah Mamuju, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi di Puncak, salah satu kawasan ketinggian di daerah itu.

"Baru hari ini saya tahu kalau sudah ada yang berjualan di Pasar Lama. Selama mengungsi, kami setiap hari makan mi instan dan nasi, tanpa sayuran. Jadi, hari ini saya membeli ikan dan sayuran untuk kebutuhan makanan di tenda pengungsian," ujar Ibu Nur.

Pemandangan serupa terlihat di kawasan Pasar Baru Mamuju. Walaupun hanya ada beberapa pedagang yang membuka lapak jualannya, namun sejumlah warga terlihat membeli berbagai kebutuhan pokok, seperti sayuran, cabai, tomat dan berbagai kebutuhan bumbu dapur lainnya.

"Kami rindu makanan segar dan olahan, sebab setelah gempa, kami hanya makan mi instan tanpa lauk. Jadi, begitu saya tahu pedagang mulai berjualan di Pasar Baru, saya langsung ke sini (Pasar Baru)," kata warga Mamuju lainnya yang ditemui saat berbelanja di Pasar Baru.

Sementara, salah seorang pedagang di Pasar Baru mengaku baru berani berjualan setelah lima hari berada di tenda pengungsian.

"Mau makan apa kami kalau tidak berjualan, sebab hanya ini yang menjadi pencaharian kami. Walaupun masih ada rasa khawatir, tetapi saya berharap gempa sudah tidak ada dan kondisi segera normal kembali," ujar pedagang tersebut.

Sementara itu, hari keenam pascagempa, sejumlah pusat pertokoan, baik yang berada di Pasar Lama maupun di Pasar Baru masih terlihat tertutup. Hanya ada beberapa toko pakaian yang terlihat di Pasar Lama yang mulai membuka kios jualannya.

Begitupun dengan sejumlah minimarket, hanya terlihat ada beberapa yang mulai beraktivitas, itupun dengan penjagaan ketat dari personel kepolisian.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement