Kamis 14 Jan 2021 18:09 WIB

Masyarakat Tasikmalaya Jangan Takut Divaksin

Vaksinasi bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Hiru Muhammad
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar simulasi vaksinasi Covid-19, Jumat (8/1). Simulasi itu dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi yang rencananya digelar pekan depan.
Foto: bayu adji p
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar simulasi vaksinasi Covid-19, Jumat (8/1). Simulasi itu dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi yang rencananya digelar pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Distribusi vaksinasi Covid-19 belum juga sampai ke Kota Tasikmalaya hingga Kamis (14/1). Namun, sejumlah persiapan sudah dilakukan dinas kesehatan untuk melakukan vaksinasi. 

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi kapan vaksin sampai di Kota Tasikmalaya. Begitu juga mengenai jatah dosis vaksin yang akan diterima. "Kita belum tahu alokasinya berapa dan belum ada kabar juga kapan sampai," katanya.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sudah melakukan sejumlah persiapan. Para tenaga kesehatan (nakes) yang akan menjadi vaksinator hingga tempat pelaksanaan vaksinasi telah disiapkan. "Tinggal tunggu distribusi," katanya.

Ihwal masih adanya pro-kontra mengenai vaksinasi Covid-19, Yusuf meminta masyarakat tak perlu ragu untuk menyukseskan program pemerintah itu. Sebab, vaksinasi bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

Ia menambahkan, vaksin yang digunakan juga telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, vaksin juga telah dinyatakan halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia. "Masyarakat tak perlu khawatir. Vaksin ini sudah terjamin. Mudah-mudahan ini bisa menghentikan penyebaran Covid-19," kata dia.

Yusuf juga mengaku siap untuk menjadi orang pertama di Kota Tasikmalaya yang disuntik vaksin. Namun, terdapat kriteria untuk penerima vaksinasi, seperti tak memiliki penyakit bawaan atau berusia di bawah 60 tahun. "Saya harus diperiksa dulu. Saya punya jantung dan sudah lewat 60 tahun. Kalau boleh dan sehat, saya siap," kata dia.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement