Rabu 13 Jan 2021 21:45 WIB

11 Tokoh di Kota Solo Bakal Divaksin Pertama

Pemkot menunjuk 33 fasilitas kesehatan (faskes) di Solo sebagai pelaksana vaksinasi

Rep: binti sholikah/ Red: Hiru Muhammad
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih (kedua kanan) meninjau kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pembantu Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/1/2021). Pemerintah Kota Solo akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada 14 Januari dengan menunjuk 33 Faskes yang terdiri dari 17 Puskesmas, satu Klinik Bhayangkara dan 14 rumah sakit.
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih (kedua kanan) meninjau kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pembantu Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/1/2021). Pemerintah Kota Solo akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada 14 Januari dengan menunjuk 33 Faskes yang terdiri dari 17 Puskesmas, satu Klinik Bhayangkara dan 14 rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada Kamis (14/1). Sebanyak 11 tokoh di Solo bakal mendapat giliran pertama untuk disuntik vaksin produksi Sinovac tersebut.

Pencanangan vaksinasi melalui suntikan pertama secara simbolis bagi 11 tokoh tersebut akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno pada Kamis pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, vaksin sudah sampai di Kota Solo pada Selasa (12/1) pukul 18.30 WIB. Solo dipilih sebagai salah satu dari tiga kota/kabupaten di Jawa Tengah yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama, selain Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Vaksin yang diterima sebanyak 10.609 dosis. Saat ini, proses tahapan vaksinasi terus berjalan, termasuk proses registrasi para tenaga kesehatan (nakes) dan pendukung nakes yang akan menjalani vaksinasi. Sebagian data nakes juga sudah masuk di sistem Primary Care BPJS Kesehatan yang dipegang DKK.

"Pencanangan besok di Rumah Sakit Bung Karno jam 09.00 WIB. Di sistem sudah kami persiapkan. Seluruh fasilitas kesehatan siap untuk bekerja di dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terutama di dalam vaksinasi," kata Siti saat jumpa pers di kantor DKK Solo, Rabu (13/1).

Siti menyatakan, Pemkot menunjuk 33 fasilitas kesehatan (faskes) di Solo sebagai pelaksana vaksinasi Covid-19. Sebanyak 33 faskes tersebut terdiri dari 17 puskesmas, satu klinik Bhayangkara dan 14 rumah sakit.

"Vaksin akan kami distribusikan kepada 33 faskes sebagai penyelenggara vaksinasi. Pada hari ini kami pastikan vaksin sampai di faskes," imbuhnya.

Vaksinasi akan dilaksanakan empat tahap dari Januari 2021 sampai Maret 2022. Tahap pertama dilaksanakan untuk nakes dan pendukungnya. Tahap kedua, unsur pelayanan pubik seperti TNI/Polri, petugas keamanan, petugas pelayanan publik, dan lansia. Tahap ketiga untuk kelompok-kelompok berisiko. Sedangkan tahap keempat untuk masyarakat umum.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, 11 tokoh yang akan divaksin pertama terdiri dari Komandan Korem 074/Warastratama, Kapolresta Solo, Ketua DPRD Solo, Sekda Solo, Ketua IDI Solo, Ketua PDGI Solo, Ketua IDAI Solo, Ketua PPNI Solo, Ketua IBI Solo, serta Kepala Kejaksaan Negeri Solo."Kami mengambil 11 tokoh sebagai simbol tenaga kerja di Solo betul-betul setia bela rakyat Surakarta," kata Wali Kota.

Saat disinggung tak ada nama calon wali kota Gibran Rakabuming Raka dalam 11 tokoh tersebut, Rudyatmo menyatakan untuk memvaksin Gibran harus menggunakan protokol Kepresidenan, sehingga prosesnya tidak mudah."Bukannya kami menomorduakan calon wali kota. Saya dan Pak Pur (Wakil Wali Kota Achmad Purnomo) tidak divaksin karena usia kami sudah di atas 50 tahun. Kalau kemarin Mas Gibran siap tidak apa-apa, namun yang langsung berhadapan dengan publik ini kami utamakan. Jadi skala prioritasnya beda," kata Rudyatmo.

Berdasarkan data dari DKK, seluruh tenaga kerja kesehatan se-Solo jumlahnya 10.620. Namun, vaksin yang baru diterima sebanyak 10.609 dosis. Masih ada kekurangan 11 dosis akan segera dimintakan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

"Vaksin ini mesti kita syukuri, kita sudah mendapatkan terlebih dahulu dibanding kota/kabupaten lain. Bukan persoalan punya presiden dari Solo namun yang terpapar semakin banyak," ujar Wali Kota.

Rudyatmo menambahkan, sampai dengan hari ini belum ada nakes yang resmi menyatakan menolak untuk divaksin. Namun, sandainya ada yang menolak, itu merupakan hak pribadi masing-masing.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Solo, Tatar Sumandjar, menyatakan sangat bersyukur dengan sudah tersedianya vaksin Covid-19 untuk disuntikkan kepada para nakes. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak nakes yang menjadi korban Covid-19. "Kami siap membantu Pemkot. Semoga acara vaksinasi di Kota Solo yang menjadi role model berjalan lancar," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement