Rabu 13 Jan 2021 04:37 WIB

Wakil Wali Kota Bandung Siap Donor Plasma Pasien Covid-19

Donor plasma diberikan untuk merangsang pertumbuhan antibodi pasien Covid-19.

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad
PMI Fasilitasi donor plasma konvalesen para penyintas Covid-19.
Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
PMI Fasilitasi donor plasma konvalesen para penyintas Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang merupakan penyintas Covid-19 mengaku siap mendonorkan plasma kepada pasien Covid-19 yang masih berjuang untuk sembuh. Namun, ia mengaku terlebih dahulu akan melakukan konsultasi dan mengecek kondisi kesehatan.

"Insya Allah siap cuma gak tahu setelah 10 bulan harus konsul ke dokter apa saya masih ada antibodi," ujarnya, Selasa (12/1). Pasca sembuh dari Covid-19, ia mengaku ditanya oleh para dokter tentang kesiapan menyumbangkan plasma untuk pasien Covid-19.

"Sebagai penyintas waktu itu saya sampaikan Insya Allah saya siap saja, itu dikhususkan untuk orang yang butuh darah," katanya. Ia berharap jika dengan mendonorkan plasma untuk pasien Covid-19 dapat membantu kesembuhan maka ia akan melakukan hal tersebut."Mudah-mudahan menyumbang plasma bisa membantu orang banyak. Mempercepat proses penyembuhan kalau saya baca," katanya.

Yana mengaku pengambilan donor plasma relatif tidak jauh berbeda dengan donor darah. Donor plasma diberikan untuk merangsang pertumbuhan antibodi pasien Covid-19.

Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung mencatat hingga Selasa (12/1) sore kasus kumulatif Covid-19 mencapai 6.432 kasus, terdiri dari 719 kasus, 5.554 kasus sembuh dan 159 kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement