Sabtu 09 Jan 2021 11:41 WIB

Ini Daftar Lima Pemulung yang Ditemukan Risma di Jakarta

Lima pemulung yang dibawa ke balai di Bekasi, dipekerjakan di anak perusahaan BUMN.

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (kanan).
Foto: Dok Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mampu menjaring lima pemulung atau tunawisma kala mengunjungi beberapa titik di Jakarta. Mereka yang terjaring Risma, ditempatkan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Kota Bekasi, Jawa Barat.

Per Jumat (9/1), para pemulung atas rekomendasi Kementerian Sosial (Kemensos), dipekerjakan di anak perusahaan BUMN, yaitu Grand Kamala Lagoon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Grand Kamala Lagoon merupakan kawasan bisnis yang dikembangkan oleh PT PP Properti Tbk yang bergerak di bidang properti.

Direktur Operasional PP Properti, Rudy Harsono, menuturkan, pihaknya memang sedang membutuhkan tenaga tambahan. Kemudian, ia mendapatkan informasi dari Kemensos ada warga binaan yang ingin bekerja. Pihaknya memfasilitasi dengan menerima mereka bekerja di taman maupun building management apartement dengan gaji Rp 4.782.935 per bulan.

Adapun pemulung yang dibawa Risma dari balai ke Grand Kamala Lagoon ini, di antaranya M Faisal, kelahiran Medan, 2 Maret 1972, berasal dari Sumatra Utara. Laki-laki lulusan sekolah dasar (SD) ini memiliki pengalaman kerja sebagai nelayan dan pemulung. Ia ditemukan di Pasar Baru pada 4 Januari 2021.

Kemudian Roni Adnan, Laki-laki kelahiran Jakarta, 15 Juli 1985 ini berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dia mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA). Sebelumnya Roni berprofesi sebagai pemulung. Roni merupakan rujukan dari Dinas Sosial Kabupaten Subang pada 5 Januari 2021,

Selanjutnya, yaitu Muhamad Rohim. Laki-laki kelahiran Blora, 5 Agustus 1984 ini tinggal di Blora dan memiliki pengalaman kerja sebagai sopir ojek online, kurir paket, dan tukang parkir. Rohim pernah mengejar pendidikan Paket B agar setara sekolah menengah pertama (SMP). Ia ditemukan di Jalan Salemba Jakarta Pusat pada 6 Januari 2021

Firman Utina, salah satu Pemulung dengan usia muda ini berasal dari Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pria kelahiran Bekasi, 5 Juni 2004 ini berpendidikan terakhir SD. Dia pernah berprofesi sebagai pedagang pemulung dan pengamen. Firman ditemukan di Stasiun Manggarai pada 6 Januari 2021.

Terakhir, Irman Yuda. Laki-laki kelahiran Jakarta, 3 Juni 1972 ini tinggal di kelurahan Manggarai Selatan Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Ia berpendidikan terakhir SMP dan pernah bekerja sebagai sales promotion boy (SPB) di salah satu swalayan dan juga pernah menjadi pemulung. Ia ditemukan di Stasiun Manggarai pada 6 Januari 2021.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement