Kamis 31 Dec 2020 21:48 WIB

Sandiaga: Masyarakat Ingin Berlibur, Disarankan Staycation

Masyarakat bisa memilih hotel yang sudah menetapkan standar yang ketat dan disiplin.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membahas sektor pariwisata di Thamrin 10, Jakarta Pusat, Kamis (31/12).
Foto: Republika/Eva Rianti
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membahas sektor pariwisata di Thamrin 10, Jakarta Pusat, Kamis (31/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyarankan masyarakat yang ingin menikmati libur tahun baru dengan melakukan staycation (liburan di sekitar area tempat tinggal). Itu merupakan alternatif dari ditutupnya sejumlah tempat wisata pada momen tersebut. Hal itu diungkapkan saat melakukan kunjungan ke Tharim 10 bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza, Kamis (31/12).

"Semua destinasi pariwisata sekarang statusnya tutup ya. Jadi kalau kebetulan para warga masyarakat yang ingin berlibur saya sarankan staycation,\" ujar Sandi, Kamis (31/12).

Sandi menuturkan, masyarakat bisa memilih hotel yang sudah menetapkan standar yang ketat dan disiplin sebagai CHSE (cleaningness, health, safety, dan environment sustainability) atau K4 (kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan).

"Ya, kalau enggak di rumah, mungkin tinggal di hotel yang sudah menerapkan standar yang kami sebut sebagai CHSE," kata dia.

Kendati menyarankan untuk melakukan staycation, Sandi lebih menekankan masyarakat untuk di rumah saja untuk membantu menekan angka penyebaran Covid-19. "Itu (CHSE/K4) imbauan saja. Tentunya paling bagus kalau di rumah saja, tapi kalau ingin merayakan bersama, saran kami adalah tinggal di hotel sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," terangnya.

Sandi menambahkan, dia meminta masyarakat, termasuk pelaku usaha pariwisata untuk patuh terhadap peraturan dari Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah terkait larangan mengadakan perayaan pergantian malam tahun baru, mengingat angka kasus Covid-19 terus meningkat.

"Tentunya dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19 kita patuh dengan keputusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement