Rabu 30 Dec 2020 20:56 WIB

Selama Covid-19, Ekspor Pertanian di Daerah Ini Meningkat

peningkatan jumlah negara tujuan ekspor dari 10 negara pada 2019 menjadi 18 negara

Kopi (ilustrasi)
Foto: Wikimedia
Kopi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG — Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menyatakan berdasarkan data BPS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terjadi peningkatan nilai ekonomis ekspor dari sektor pertanian periode Januari - November 2020 sebesar 14,36 persen dibanding tahun 2019.

Selain itu, kata dia, berdasarkan data Karantina Pertanian Tanjungpinang terdapat peningkatan jumlah negara tujuan ekspor dari 10 negara pada 2019 menjadi 18 negara di 2020 yaitu Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Tiongkok, UEA, Inggris, Jepang, Kanada, Mesir, Montenegro, Pakistan, Turkey, Brazil, India, Korea Selatan, Belanda, Perancis, dan Jerman.

"Terdapat pula penambahan ragam komoditas ekspor pertanian dari tujuh komoditas menjadi 13 komoditas yaitu babi potong, kroto, sarang burung wallet, madu, karet, arang, santan kelapa, tepung kelapa, biji melinjo, daun sirsak, bahan jamu, mahoni, dan kopi," ujar Ali Jamildi Tanjung Pinang, Rabu (30/12).

Dia turut menjelaskan berdasarkan data IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) terjadi peningkatan volume dan nilai ekonomis ekspor babi potong dari Rp797,3 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp987,7 miliar di tahun 2020 dan kenaikan volume babi potong dari 278.231 ekor pada tahun 2019 menjadi 306.142 ekor di tahun 2020.

Selain babi potong karet, arang, santan, tepung kelapa, pada tahun 2019 memiliki volume ekspor sebesar 12,3 juta ton naik menjadi 20,3 juta ton pada tahun 2020 dan nilai ekonomis sebesar Rp 200,7 miliar naik menjadi Rp397,4 miliar di tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho menyampaikan ekspor pertanian Kepri yang meningkat adalah bukti bahwa sektor ini mampu bertahan dan bahkan sangat prospektif secara ekonomi, meskipun badai COVID-19 menerpa negara Indonesia.

Menurutnya, meski area pertanian di Kepri hanya sekitar 4 persen, namun memiliki daya saing yang menjanjikan.

"Karantina Pertanian memiliki kontribusi yang konkret dalam memastikan eksportasi berlangsung lancar," ujar Raden.

Lanjut Raden, Karantina Pertanian Tanjungpinang melalui layanan prima dan klinik ekspor terus meningkatkan performa dalam memberikan akselerasi operasional teknis dan pendampingan dalam upaya pencapaian gerakan tiga kali ekspor (Gratieks).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement