Selasa 29 Dec 2020 22:59 WIB

Abai Prokes, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Sulteng Turun

Dinkes Sulteng menyebut tingkat kesembuhan Covid-19 hanya 56,9 persen

Petugas memeriksa kondisi kesehatan salah satu warga lanjut usia (lansia) pada pelaksanaan Posyandu Lansia di Kelurahan Kawatuna, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (19/11/2020). Posyandu lansia yang rutin digelar setiap bulannya tersebut bertujuan untuk memantau dan menjaga kesehatan para lansia yang menjadi salah satu kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan terutama saat pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Petugas memeriksa kondisi kesehatan salah satu warga lanjut usia (lansia) pada pelaksanaan Posyandu Lansia di Kelurahan Kawatuna, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (19/11/2020). Posyandu lansia yang rutin digelar setiap bulannya tersebut bertujuan untuk memantau dan menjaga kesehatan para lansia yang menjadi salah satu kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan terutama saat pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr Jumriani mengemukakan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng mengalami penurunan.

"Kini menurun hanya 56,9 persen dari total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan selisihnya jauh dari rata-rata nasional yang mencapau 81,8 persen," katanya dalam rapat evaluasi penanganan COVID-19 yang dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola di ruang rapat Polibu Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Selasa.

Ia menerangkan penyebab utama menurunnya angka kesembuhan pasien COVID-19 dan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulteng adalah perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.

Mengabaikan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan kerumunan massa, katanya,akan semakin mempercepat penularan dan penyebaran virus tersebut, khususnya di masa liburan seperti sekarang.

"Sementara kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 pemerintah sudah banyak yang penuh. Saya takut pasien membludak sementara tenaga kesehatan yang ada tidak mampu menangani mereka,” terangnya.

Oleh sebab itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam kesempatan itu mengajak rumah sakit swasta untuk terlibat membantu pemerintah daerah menangani para pasien coronajika rumah sakit pemerintah daerah yang menjadi rujukan pasien COVID-19 sudah penuh.

Hal lain yang juga ditekankan Longki yaitu agar aparat kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat bekerja sama meningkatkan patroli yustisi penegakkan protokol kesehatan.

"Termasuk upaya edukasi bagi masyarakat dan pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 WITA, khususnya di wilayah kabupaten dan kota yang mengalami peningkatan signifikan kasus COVID-19,"ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng hari ini, total pasien yang terkonfimasi positif COVID-19 di Sulteng mencapai 3.188 orang.

"Dari 3.188 orang itu, 1.807 orang dinyatakan telah sembuh dan 1.275 orang menjalani perawatan baik secara mandiri maupun di rumah sakit pemerintah daerah yang menjadi rujukan pasien COVID-19 dan rumah sakit darurat serta pondok perawatan dan 106 pasien meninggal dunia," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement