Senin 28 Dec 2020 22:11 WIB

Sejumlah RS Rujukan Covid-19 Terima Alat Terapi Oksigen

HFNC diklaim punya cara kerja lebih sederhana dibandingkan ventilator pada umumnya.

Alat bantu pernafasan High Flow Nasal Cannula (HFNC).
Foto: Dok. Mgpr
Alat bantu pernafasan High Flow Nasal Cannula (HFNC).

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS – Sebanyak 125 alat High Flow Nasal Cannula (HFNC) disalurkan ke sejumlah rumah sakit (RS) guna membantu pasien Covid-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan. Alat terapi oksigen beraliran tinggi ini adalah temuan anak bangsa yang berkiprah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

Alat tersebut berfungsi membantu pasien Covid-19 yang mengalami masalah pernapasan tingkat menengah dengan cara mengalirkan oksigen beraliran tinggi ke dalam paru-paru. Donasi alat kesehatan HFNC yang dilaksanakan Bakti Sosial Djarum Foundation ini dilakukan dalam tiga tahap. 

Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation Purwono Nugroho menjelaskan, tahap pertama dan tahap kedua telah terdistribusikan sebanyak 40 unit HFNC ke sejumlah rumah sakit yang ada di wilayah Jawa Tengah. Untuk tahap ketiga, kata dia, akan disalurkan 85 unit HFNC yang nantinya disebarkan ke berbagai rumah sakit rujukan Covid-19. "Diproyeksikan, total 125 unit HFNC sudah rampung terdistribusikan pada akhir tahun 2020," ujarnya di Jakarta, Senin (28/12).

Ia menuturkan, donasi alat kesehatan sebanyak 125 unit HFNC ini adalah kelanjutan bantuan dalam rangka menanggulangi Covid-19. Diharapkan alat ini semakin meningkatkan kesembuhan pasien.

 

“Bantuan alat kesehatan HFNC dari Djarum Foundation merupakan bentuk dukungan bagi para pasien Covid-19 yang sedang dirawat dan juga apresiasi bagi para tenaga medis yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam menangani wabah ini. Semoga bantuan ini dapat membantu kesembuhan pasien,” kaya Purwono.

Ia menjelaskan, HFNC diproduksi oleh PT Gerlink Utama Mandiri yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat setelah prototype alat ini dibuat oleh LIPI dan lolos uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan. Direktur PT Gerlink, Ghozalfan F Bazarah mengeklaim, HFNC memiliki cara kerja yang lebih sederhana dibandingkan ventilator pernapasan pada umumnya.

“Bila dibandingkan dengan ventilator yang begitu kompleks dengan berbagai macam mode, HFNC jauh lebih sederhana. Tenaga medis hanya perlu mengatur aliran udara (oksigen) dan suhu. Dengan begitu alat ini sangat user friendly dan dapat digunakan oleh semua lini tenaga kesehatan baik relawan, perawat dan tentunya dokter,” ungkap Ghozalfan.

Dokter Achmad Syaifudin yang saat ini bertugas menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus menyampaikan apresiasi terhadap Bakti Sosial Djarum Foundation. Setelah mengaplikasikan HFNC kepada para pesien, dr. Achmad mengakui bahwa alat ini sangat efektif membantu pasien Covid-19 sehingga mencegah penderita masuk ke tahap yang lebih berat. Dia juga mengatakan, penggunaan HFNC sudah lulus tes uji setelah success rate atau tolok ukur kesuksesan alat terapi oksigen menunjukkan HFNC lebih efektif daripada ventilator bagi pasien yang baru memasuki tahap awal terinfeksi Covid-19.

“Success rate terlihat ketika kondisi pasien berangsur membaik dan tidak sampai jatuh ke tahap berat atau sampai harus dipasang ventilator. Success rate juga didukung dari proses terapi yang tepat pada awal kasus. Peran HFNC ini adalah membuat kondisi awal yang langsung terdeteksi dan mencegah pasien memasuki fase berat atau sangat berat. Sehingga dengan demikian alat yang didonasikan Djarum Foundation ini sangat membantu dalam penanganan pasien Covid-19,” kata dia memaparkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement