Senin 21 Dec 2020 12:33 WIB

Penumpang Tes Antigen Padat, Otoritas Bandara: Warga Panik

Fasilitas tes antigen di luar bandara dinilai belum siap

Rep: Eva Rianti / Red: Nur Aini
Tangkapan layar kepadatan antrean para pelaku perjalanan transportasi udara yang menjalani rapid test antigen di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Foto: dok. Istimewa
Tangkapan layar kepadatan antrean para pelaku perjalanan transportasi udara yang menjalani rapid test antigen di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Kepadatan antrean layanan tes Covid-19 terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (21/12). Para pelaku perjalanan berbondong-bondong mendatangi Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani rapid test antigen yang diketahui menjadi syarat perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2021. 

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi membenarkan hal tersebut. Kejadian antrean yang padat terjadi tepatnya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga

“Itu terminal 2. Tempatnya sempit, Shelter Kalayang itu hanya 30 orang yang di dalam. Orang menunggu di luarnya itu berjubel karena mau terbang,” kata Agus saat dikonfirmasi terkait adanya postingan di media sosial akun instagram @tangerang.terkini soal kerumunan di bandara, Senin (21/12).

Agus mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir ini, calon penumpang yang hendak menjalani tes cepat antigen memang terus berdatangan ke Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, hal itu terjadi karena muncul kepanikan di tengah masyarakat, seusai diputuskannya rapid test antigen sebagai syarat untuk terbang selama libur Natal dan Tahun Baru 2021 oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kondisi itu, kata Agus, pada akhirnya membuat para pelaku perjalanan serentak mendatangi bandara Soekarno-Hatta.

“Ada gejala semacam kepanikan masyarakat dengan pemberlakuan pembatasan perjalanan orang yang mana mereka itu sudah membaca beberapa ketentuan aturan dari Satgas Covid-19, yang intinya mewajibkan pelaku perjalanan udara menggunakan rapid test antigen. Calon penumpang akhirnya ingin ke bandara semua,” kata Agus.

Agus menambahkan, berdasarkan informasi dari para penumpang, banyaknya penumpang yang terus berdatangan ke bandara dikarenakan fasilitas rapid test antigen di luar bandara masih minim. Karena itu, pada penumpang bergegas mengurus itu ke bandara, terutama mereka yang sudah memiliki jadwal penerbangan dan diharuskan memenuhi syarat rapid test antigen tersebut.

“Kenapa kemudian jadi pada lari ke bandara karena infonya itu ternyata fasilitas antigen di luaran (luar bandara) masih belum banyak, banyak yang belum siap, bahkan rumah sakit-rumah sakit,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement