Ahad 20 Dec 2020 09:45 WIB

10.160 Keluarga Miskin Jabar Lulus Jadi Keluarga Mandiri

Pandemi covid menjadi hambatan perekonomian KPM-PKH lebih berkembang.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar.
Foto: Istimewa
Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 10.160 keluarga miskin penerimaan manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Jawa Barat dinyatakan lulus atau graduasi sebagai graduasi mandiri selama 2020 ini. Keluarga miskin itu berhasil memiliki usaha sendiri dan bahkan bisa merekrut keluarga yang tidak mampu untuk sama-sama berkembang atau maju. 

Menurut Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar, sebenarnya jumlah graduasi mandiri sejahtera tersebut bisa lebih banyak. Namun karena pandemi, menjadi hambatan perekonomian KPM-PKH lebih berkembang.

"Alhamdulillah yang graduasi mandiri sejahtera di Jabar diatas 10 ribu. Tahun depan diharapkan ada peningkatan," ujar Dodo usai PKH Gumbira 2020 di Hotel Harris, Kota Bandung, akhir pekan ini.

Untuk diketahui, jumlah KPM-PKH di Jabar saat ini sebanyak 1,7 juta KPM. Untuk meningkatkan jumlah graduasi Mandiri Sejahtera, kata dia, perlu komitmen semua pihak dan kerja sama antara pihak. Setidaknya mereka yang saat ini termasuk KPM-PKH tidak lebih dari lima tahun. Setelah lima tahun mereka diharapkan bisa mandiri. 

"Makanya, kita siapkan strateginya agar mereka bisa keluar dari daftar menerima PKH. Mereka terus dimotivasi pendamping, kemampuan mereka dikembangkan dan difasilitasi juga. Kelak mereka sudah produtif mereka bisa jadi lokomotif mengajak KPM lain untuk mandiri," paparnya.

Di satu sisi, Dodo mengaku pandemi mempengaruhi jumlah graduasi tahun ini. Namun demikian, pihaknya optimistis tahun depan ada peningkatan jumlah graduasi mandiri sejahtera di Jabar. 

"Kita semangati di era pandemi harus bisa berkarya, tapi tetap kita harus disiplin protokol kesehatan diharapkan nanti ada kolaborasi dengan pihak-pihak lain sebagai strategi agar ke depan yang graduasi makin banyak," katanya. 

Pada kesempatan tersebut Dodo memotivasi para KPM dan Pendamping PKH, Kadisos menyambut gembira dengan adanya acara PKH Gumbira. "Acara gebyar ini merupakan apresiasi bagi KPM yang sudah graduasi yakni berinisiatif mengundurkan diri dari keikutsertaannya sebagai penerima bantuan karena sudah mampu mandiri berwirausaha dalam memenuhi kebutuhan keluarga," kata Dodo.

Kasubdit Kepesertaan Dirjen Linjamsos Kementerian Sosial RI mengatakan, Pemerintah Pusat mengapresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang sudah menyelanggarakan event PKH Gumbira ini sebagai wujud apresiasi kepada para Pendamping Kabupaten Kota se-Jabar demi menyongsong Akselerasi Graduasi Mandiri Tahun 2021.

Dalam acara tersebut, Asisten Pemerintah Hukum dan Kesejahteraan Sosial Setda Jabar menyerahkan Piala Parta Adikara serta mewakili Gubernur Jabar memberikan motivasi dan apresiasi terhadap event gebyar PKH Gumbira. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement