Ahad 20 Dec 2020 00:17 WIB

Belum Berfungsi Tower Tegangan Tinggi Ambruk  

Saat ambruk sempat menimbulkan suara yang sangat keras, di tengah suasana hujan deras

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto
Kondisi tower tegangan tinggi yang ambruk di lahan lading warga di Dusun/ Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, jawa Tengah, Sabtu (19/12) siang. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Kondisi tower tegangan tinggi yang ambruk di lahan lading warga di Dusun/ Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, jawa Tengah, Sabtu (19/12) siang. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Sebuah tower tegangan tinggi yang belum berfungsi, ambruk di wilayah Dusun/ Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/12) sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga yang ada di sekitar lokasi, tower setinggi sekitar 80 meter tersebut tiba-tiba saja ambruk saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, yang turun di wilayah Desa Lerep.

Beruntung, ambruknya tower yang baru selesai dibangun tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau kerusakan bagunan rumah warga. Ini karena, tower berdiri di tengah areal perladangan yang agak jauh dari rumah warga.

“Tetapi, saat ambruk sempat menimbulkan suara yang sangat keras, di tengah suasana hujan deras,” ungkap Mutmainatun (34 tahun), salah seorang warga yang rumahnya paling dekat dengan lokasi tower.

Kebetulan juga, lanjutnya, arah ambruknya tower tegangan tinggi tersebut menuju utara, sementara rumahnya berada di sisi selatan tower. Sehingga rumahnya tidak terdampak oleh peristiwa ambruknya tower tersebut.

Dia juga mengaku, awalnya tak mengira suara keras yang mengagetkan berasal dari tower yang ambruk. Karena pada saat kejadian, hujan turun dengan deras dan angin yang bertiup juga kencang.

“Awalnya saya sempat mengira suara keras tersebut merupakan suara petir, namun terdengarnya kok bukan lumrahnya suara petir,” ungkapnya.

Setelah mencoba mencari sumber suara, ternyata ia mendapati tower tersebut sudah dalam posisi ambruk dan terhempas ke permukaan ladang, sebelum akhirnya warga lain juga berdatangan untuk melihat.

“Beberapa warga lain yang mengetahui peristiwa ini, segera melaporkan kepada aparat desa setempat, hingga tak beberapa lama kemudian patugas dari PLN segera tiba di lokasi ambruknya  tower ini,” tambahnya.

Kepala Desa Lerep, Sumaryadi yang dikonfirmasi membenarkan, menerima informasi ambruknya tower dari warga. Beberapa saat kemudian dia langsung memastikan apakah ada warganya yang menjadi korban.

Ternyata tidak ada satu pun warga Dusun Lerep yang menjadi korban akibat peristiwa ambruknya tower tersebut. “Mungkin karena hujan lebat, orang yang berada di ladang pun sudah pulang ke rumahnya masing- masing,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, tower yang berlokasi di Dusun lerep tersebut memang belum berfungsi, kendati sudah sejak beberapa waktu berdiri. Sepengetahuannya, tower yang setelah selesai dibangun tersebut masih menunggu pemasangan kabel.

Sedangkan terkait dengan penyebab ambruknya tower tersebut Sumaryadi juga tidak berani memastikan. “Soal apakah ada masalah dengan konstruksinya atau sebab lain saya tidak tahu, tetapi berdasarkan laporan warga memang terjadi hujan lebat disertai angin, saat tower roboh,” lanjutnya.

Atas kejadian ini, dia pun berharap, agar ke depan, pihak pelaksana pembangunan tower bisa lebih memastikan lagi faktor keamanan dan kekuatan konstruksinya. “Karena dengan adanya kejadian ini warga tentunya juga menjadi was-was,” tandas Sumaryadi.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement