Rabu 16 Dec 2020 21:20 WIB

Longsor di Silaiang, Jalur Padang-Bukittinggi Tersendat

Untuk mengatur lalu lintas Padang-Bukittinggi, polisi memberlakukan buka tutup.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto
BPBD dan warga tampak tengah membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
Foto: Febrian Fachri/Republika
BPBD dan warga tampak tengah membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG -- Curah hujan tinggi di sebagian wilayah Sumatera Barat mengakibatkan bencana tanah longsor di kawasan Silaiang Kariang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Saherman mengatakan, kejadian longsor sekitar menjelang pukul 5.00 WIB sore. 

Untuk mengatur lalu lintas Padang-Bukittinggi, polisi memberlakukan buka tutup sehingga terjadi kemacetan. "Kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Sekarang arus kendaraan masih buka tutup. Material longsor masih dalam pengerjaan secara manual,” kata Saherman, Rabu (16/12).

Dari rekaman video yang diperoleh Republika, lokasi kejadian dari arah Bukittinggi, di sebelah kanan sangat berdekatan dengan tebing curam. Di sisi lainnya atau di sisi kiri, merupakan jalur rel kereta api yang sedang tidak aktif.

Ketika polisi datang, BPBD dan warga belum membersihkan jalur tersebut, jalur Padang-Bukittinggi mengalami kemacetan panjang. Barulah setelah diatur dengan sistem buka tutup, jalur yang juga menghubungkan Sumbar dengan Pekanbaru, Riau ini bisa dilewati secara bergantian oleh kendaraan dari kedua arah.

Dalam beberapa pekan terakhir, cuaca di Sumbar memang ekstrem. Siang hari cuaca panas terik, kemudian sore sampai malam dirundung hujan deras.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement