Ahad 13 Dec 2020 16:48 WIB

Nitilaku Virtual UGM Perkuat Sinergi 5K

Nitilaku Tahun Kembar 2020 menghadirkan pembacaan dramatik sejarah kelahiran UGM.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Nitilaku UGM (ilustrasi)
Foto: Republika/ Wihdan
Nitilaku UGM (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Kagama dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Nitilaku Virtual Tahun Kembar. Agenda itu dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis 71 UGM dan Dies Natalis 62 Kagama.

Nitilaku merupakan pawai budaya dari Kraton Yogyakarta menuju Gedung Pusat UGM. Tahun ini, pawai hadir secara virtual dengan memelihara esensi perayaan sejarah perjalanan UGM yang lahir dari semangat perjuangan bangsa Indonesia.

Semangat juang ini jadi inspirasi kita yang saat ini sedang bertempur melawan pandemi Covid-19. Penyelenggaraan secara virtual memang dimaksudkan sebagai bentuk nyata dukungan dan komitmen kerja bersama mengatasi tantangan pandemi Covid 19.

Secara khusus, Nitilaku Tahun Kembar 2020 menghadirkan pembacaan dramatik sejarah kelahiran UGM dan akar nilai jati dirinya. Pawai budaya virtual menampilkan salam persahabatan Pengurus Daerah, Cabang, Cabang Khusus Kagama dan Kagama Komunitas.

Pakaian sesuai adat dan budaya setempat, dan bintang tamu yang hadir dalam Nitilaku Tahun Kembar ada Rizky Febian. Hadir pula secara daring Rektor UGM, Menko Polhukam, Menteri Kesehatan, Sekjen Kementerian Desa DTT, dan Menteri Perhubungan.

Pada kesempatan itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut berharap agar UGM bisa senantiasa menjadi aktor perubahan. Yang mana, mampu membawa NKRI menuju peradaban baru dengan tetap berakar kepada jati dirinya.

"Sehingga, siap memasuki era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, serta melewati masa pandemi," kata Sultan, Ahad (13/12).

Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo, memberi apresiasi tinggi atas kreativitas dalam pelaksanaan Nitilaku secara virtual yang tetap terasa semangat dan kehangatannya. Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan atas sinergi 5K yang terbangun.

"Kampus basis pengembangan ilmu-teori, kraton, kampung basis pengembangan budaya-praksis, komunitas dan korporasi dalam kerangka ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan keilmuwan kontekstual modal sosial tangguh mengatasi pandemi Covid 19 secara nyata," ujar Ganjar.

UGM menyumbangkan karya inovasi terkait GeNose, Ventilator, dan vaksin yang masih dalam penelitian, dengan harapan bisa berkontribusi dalam penanggulangan pandemi. Ada pula Kagama Canthelan, Kagama Care dan Genduli sebagai gerakan sosial nyata.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement