Ahad 06 Dec 2020 22:13 WIB

Jabar Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemprov Jawa Barat membentuk Satgas PED Jabar.

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Guntur Subagja (kiri).
Foto: Dok Staf Khusus Wapres
Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Guntur Subagja (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Provinsi Jawa Barat diharapkan menjadi salah satu motor pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Perputaran ekonomi di Jawa Barat selama ini sangat besar, sehingga kebangkitan ekonomi di wilayah ini akan berdampak besar terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Guntur Subagja, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merespons cepat kebijakan pemerintah pusat dengan membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat (Satgas PED Jabar), di samping memiliki Satgas Pemulihan Kesehatan Covid-19.

Satgas yang dipimpin gubernur Jawa Barat dengan Ketua Harian Ipong Witono ini melakukan akselerasi pemulihan ekonomi bersama dinas-dinas terkait dan pemerindah kabupaten/kota di Jawa Barat. 

Guntur Subagja hadir memenuhi undangan Satgas PED Jabar berkunjung ke Ciamis dan Pangandaran Jawa Barat, Jumat – Sabtu  (4/12-5/12). Kunjungan kerja ini untuk menggali informasi dan memetakan kondisi ekonomi daerah yang terdampak pandemi Covid-19. “Di dua kabupaten tersebut, kami tidak hanya mendengarkan suara dan keluh kesah para pengusaha UMKM di masa pandemi, namun juga sosialisasi program pemulihan daerah,”ungkap Ketua Satgas PED Jabar Ipong Witono dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (6/12).

photo
Provinsi Jawa Barat diharapkan menjadi motor Pemulihan Ekonomi Nasional. (Foto: Dok Staf Khusus Wapres)

Kunjungan selama dua hari tersebut diisi dengan dialog langsung dengan para pelaku usaha sektor pertenian, pariwisata, serta Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) dan Industri Kreatif. Hadir dalam dialog pertemuan tersebut Guntur Subagja, Ipong Witono, Benny Bachtiar (sekretaris Satgas PED Jabar), Jafar Ismail (kepala Dinas Peternakan & Ketahanan Pangan Jabar), Dadan Hidayat (kepala Dinas Pertanian Jabar), Dede Suhendar (kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar), Dedi Taufik (kepala Dinas Pariwisata), Jodi Janitra (wakil Ketua Divisi UMKM Satgas PED Jabar), Raden Nurtafiyana (Divisi Pemberdayaan Masyarakat Satgas PED Jabar) dan Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdhan.

Guntur memaparkan, Wakil Presiden RI KH Maruf Amin melakukan refocusing tugas prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi syariah dan industri halal, dan pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, Jawa Barat dapat memacu kebangkitan ekonomi dengan mendorong sektor pertanian, peternakan dan perikanan, pemulihan UMKM, dan sektor pariwisata. “Tiga sektor ini memiliki dampak ekonomi dan dampak sosial besar, mendongkrak pendapatan dan peningkatan daya beli masyarakat,”ungkap Guntur.

Ia menambahkan, pemerintah pusat sudah membuat kebijakan dan alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp 695 triliun. “Kebijakan pusat ini tentu akan lebih efektif ditindaklanjuti pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” tuturnya.

Ipong Witono menyampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan berbagai inovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah Jabar. Diharapkan inovasi provinsi ini diikuri kabupaten/kota di Jawa Barat. 

Selain berdialog dengan para pelaku UMKM dan pariwisata, Guntur  juga berkunjung ke korporasi petani milik Bumdes dan Gapoktan, PT Mitra Desa Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement