Ahad 06 Dec 2020 17:04 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Didominasi Klaster Keluarga

Interaksi sosial juga menjadi klaster penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi

Rep: Eva Rianti / Red: Nur Aini
Seorang warga melintas di depan mural tentang COVID-19 di Pinang, Kota Tangerang
Foto: ANTARA/Fauzan
Seorang warga melintas di depan mural tentang COVID-19 di Pinang, Kota Tangerang

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Kota Tangerang didominasi oleh penularan di lingkungan keluarga. Selain dari klaster keluarga, interaksi sosial juga menjadi klaster penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi di wilayah tersebut. 

“Untuk kasus rumah tangga (klaster keluarga) 35 persen, sedangkan interaksi sosial persentasenya naik menjadi 24 persen,” ujar Arief dalam keterangan tertulis dikutip Ahad (6/12). Angka penularan dari faktor interaksi sosial pada pekan ke-37, Arief menyebut hanya sebesar 12 persen. 

Baca Juga

Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang akan memasifkan penelusuran atau tracing kepada masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah dini pencegahan Covid-19. “Pelacakan yang dilakukan sekitar 300—400 tes dalam satu hari,” ujarnya.

Arief meminta kepada seluruh pihak yang ada di Kota Tangerang untuk bekerja sama dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19. “Supaya bisa turun statusnya menjadi zona oranye, bahkan zona hijau,” ujarnya.

 

Berdasarkan data Dinkes Kota Tangerang, hingga Ahad (6/12) pukul 10.00 WIB, tercatat jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 3.159. Sebanyak 2.680 pasien Covid-19 di antaranya sembuh dan 79 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara, sebanyak 400 orang masih menjalani perawatan atau isolasi. 

Penambahan angka Covid-19 di Kota Tangerang dalam sepekan terakhir, atau dari 29 November 2020 hingga 5 Desember 2020 tercatat mencapai 281 kasus. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan kasus pada pekan sebelumnya sebanyak 226 kasus. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement