Rabu 02 Dec 2020 18:58 WIB

Pemkot Malang Jadwalkan Tes Swab Bagi Wartawan

Kegiatan tes usap dilakukan mengingat para jurnalis berinteraksi dengan wali kota.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad
Sebuah mobil Satpol PP melintas di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Pemkot Malang memberlakukan aturan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) kepada 50 persen dari total ASN di Balai Kota Malang setelah Wali Kota Malang, Sutiaji dan belasan ASN lainnya terindikasi terpapar COVID-19.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Sebuah mobil Satpol PP melintas di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). Pemkot Malang memberlakukan aturan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) kepada 50 persen dari total ASN di Balai Kota Malang setelah Wali Kota Malang, Sutiaji dan belasan ASN lainnya terindikasi terpapar COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menjadwalkan tes usap (Swab Test) untuk para jurnalis, Kamis (3/12). Kegiatan ini dilakukan setelah Wali Kota Malang, Sutiaji diinformasikan terpapar Covid-19.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, Pemkot Malang, M Nur Widianto menyatakan, kegiatan tes usap akan dilaksanakan di Labkesda, Kota Malang. Selain jurnalis, tes usap Covid-19 juga ditunjukkan staf humas di lingkungan Pemkot Malang. "Pelaksanaan bersamaan dengan jadwal humas, dengan kapasitas total sekitar 75 orang," kata pria disapa Wiwid, Rabu (2/12).

Menurut Wiwid, kegiatan tes usap ini penting dilakukan mengingat para jurnalis acap berinteraksi dengan Wali Kota Malang. Sementara tes usap untuk ASN di Pemkot Malang, Wiwid mengaku, kegiatan masih berproses secara berjenjang. Untuk itu, dia belum bisa mengungkapkan, total ASN yang akan dites usap termasuk hasil yang diperoleh.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan dirinya telah terpapar Covid-19, Selasa (1/12). Pernyataan ini diungkapkan secara langsung melalui akun media sosial Instagram, @sam.sutiaji. "Baru hasil lab kemarin (Senin) malam, hasilnya kami dinyatakan positif," kata Sutiaji.

Sutiaji mengaku sengaja membatasi aktivitasnya selama beberapa hari terakhir. Hal ini terjadi lantaran kondisi fisik dan kesehatannya mengalami penurunan. Ditambah lagi, dia masih harus menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dari Labkesda dan RSUD.

Sutiaji meminta seluruh warga Kota untuk menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. "Jangan terlalu banyak capek karena saat capek imun akan turun dan di situlah nanti akan bersarang virus, karena sampai sekarang juga masih belum diketahui dari mana saya terpapar Covid-19," kata dia menambahkan.

Saat ini, Sutiaji mengaku, telah mengambil kebijakan Work From Home untuk seluruh ASN di lingkungan Pemkot Malang. Sistemnya, separuh ASN masuk di kantor sedangkan lainnya di rumah secara bergiliran. Kebijakan ini berlaku selama 14 hari mendatang. 

Total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 2.286 orang, Senin (1/12). Dari jumlah tersebut, 235 orang meninggal dan 2.046 orang telah sembuh. Sementara untuk lima lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

 

 

 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement