Ahad 22 Nov 2020 19:07 WIB

Sleman Zona Merah, Dinkes Pastikan Pengungsian Merapi Aman

BNPB sudah menyumbang sekitar 2.500 pack untuk pemeriksaan rapid test antigen.

Rep: wahyu suryana/ Red: Hiru Muhammad
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kedua kiri) berbincang dengan perangkat desa di Tempat Evakuasi Sementara Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/11/2020). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar dan alat kesehatan untuk para pengungsi bencana Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Klaten.
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kedua kiri) berbincang dengan perangkat desa di Tempat Evakuasi Sementara Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/11/2020). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar dan alat kesehatan untuk para pengungsi bencana Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Klaten.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 membuat Kabupaten Sleman masuk zona merah. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memastikan, kondisi itu tidak memengaruhi pembukaan barak pengungsian Gunung Merapi.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, secara statistik Kabupaten Sleman memasuki gelombang kedua. Gelombang pertama sudah selesai akhir Oktober, 1-14 November 2020 kuning, dan usai dua hari orange kini Sleman masuk zona merah.

Ia menerangkan, kapanewon di Sleman yang masih hijau tinggal Kapanewon Turi, tapi di sana terjadi penambahan kasus pada 20 November 2020. Lalu, Kapanewon Mlati dan Kapanewon Gamping masuk zona merah dan tersisa empat kapanewon yang masih orange."Dari 17 kapanewon yang orange tinggal empat yaitu Kapanewon Moyudan, Kapanewon Seyegan, Kapanewon Ngemplak dan Kapanewon Sleman," kata Joko, Jumat (20/11).

Ia menjelaskan, Kapanewon Cangkringan memang saat ini sudah masuk zona merah. Tapi, jika diperdalam ke tingkat lima kalurahannya, kasus konfirmasi positif hanya ditemukan satu di Kalurahan Argomulyo dan dua di Kalurahan Wukirsari.

Untuk itu, lanjut Joko, baik Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Wukirsari masuk zona merah. Tapi, ia menekankan, tiga kalurahan lain sampai saat ini masih zona hijau yaitu Kalurahan Kepuharjo, Kalurahan Umbulharjo dan Kalurahan Glagaharjo.

Kondisi itu turut jadi pertimbangan Pemkab Sleman mempersiapkan barak pengungsian untuk siaga Gunung Merapi. Karenanya, disepakati barang pengungsian di Glagaharjo sambil disiapkan barak pengungsian lain di Padukuhan Gayam, Kalurahan Hargomulyo."Karena satu padukuhan yang ada kasus positif di Hargomulyo itu cukup jauh dari Padukuhan Gayam, sedangkan Gayam sudah hijau. Sehingga, kalau misal nanti suatu ketika terpaksa dibuka barak baru di Gayan untuk pengungsi sebenarnya juga aman," ujar Joko.

Selain itu, Joko mengungkapkan, BNPB sudah menyumbang sekitar 2.500 pack untuk pemeriksaan rapid test antigen. Nantinya, itu akan digunakan untuk pengungsi, relawan dan petugas di barak Glagaharjo untuk memastikan mereka bebas Covid-19.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement