Jumat 13 Nov 2020 23:41 WIB

Jalan Utama Objek Wisata Pantai Garut Tergenang Banjir

Banjir mengganggu arus lalu lintas di jalur utama menuju kawasan wisata pantai Garut.

Banjir menggenangi badan jalan utama menuju kawasan objek wisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat (Foto: ilustrasi)
Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Banjir menggenangi badan jalan utama menuju kawasan objek wisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Banjir menggenangi badan jalan utama menuju kawasan objek wisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu di jalur wisata itu, Jumat (13/11).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, mengatakan bahwa akses jalan utama menuju objek wisata di selatan Garut sempat terganggu akibat banjir di Kecamatan Pameungpeuk. Namun, tidak sampai lumpuh.

Baca Juga

"Ya infonya banjir, mengganggu (laju kendaraan) tapi tidak total, mudah-mudahan sekarang sudah surut lagi," kata Budi.

Ia menuturkan hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut, kemudian terjadi banjir dan menggenangi badan jalan di Kecamatan Pameungpeuk. Selain banjir, kata dia, ada juga pohon tumbang di jalan masuk objek wisata Sayang Heulang, selanjutnya pohon tumbang itu dibersihkan agar bisa dilewati kendaraan dengan aman dan nyaman.

 

"Tadi dari jam dua hujan terus, jalan masuk ke Sayang Heulang ada pohon tumbang, tapi sekarang sudah bisa jalan lagi," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan banjir yang menggenangi badan jalan di Kecamatan Pameungpeuk itu tidak berlangsung lama. Saat ini, air sudah kembali surut dan kendaraan bisa melewati jalur tersebut.

"Iya genangan, sekarang sudah surut lagi," kata Tubagus.

BPBD mencatat beberapa titik yang diterjang banjir di Kecamatan Pameungpeuk di antaranya kawasan PLN, SPBU, Jalan Mancagahar hingga Nangoh, kawasan SMP Negeri 1 Pameungpeuk, dan merendam areal pertanian.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement