Senin 09 Nov 2020 15:35 WIB

Kerugian Akibat Bencana di Sukabumi Capai Rp 5,3 Miliar

Walkot Sukabumi sebut peralihan musim ini [erlu diwaspadai cuaca ekstremnya.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Bilal Ramadhan
Longsor yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10)
Foto: bpbd kab. sukabumi
Longsor yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2020 telah terjadi sebanyak 148 kejadian bencana di Kota Sukabumi. Ratusan kejadian bencana ini menyebabkan kerugian hingga Rp 5,35 miliar.

''Dari data yang ada dalam kurun waktu Januari-Oktober 2020 ada sebanyak 148 kejadian bencana,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah potensi bencana yang naik di kondisi peralihan musim dari kemarau ke hujan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi hingga Oktober 2020 di Kota Sukabumi ada 148 kejadian bencana.

Rinciannya angin puting beliung 2 kejadian, banjir 5 kasus, cuaca ekstem 44 kejadian, kebakaran 15 kejadian, longsor 51 kejadian dan gempa bumi 31 kejadian. Meskipun tidak terdapat korban jiwa, ada sebanyak 150 jiwa terdampak dan 75 rumah rusak ringan hingga berat.

Kerugian materiil mencapai Rp 5,35 miliar. Besarnya kerugian ini ke depan harus bisa diantisipasi dengan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana. ''Apel konsolidasi bersama TNI, Polri dan elemen lainnya dalam rangka saling menguatkan dalam hal mengantisipasi bencana,'' ujar Fahmi.

Dari pengecekan, jika di Kota Sukabumi seandainya terjadi musibah bencana bisa melakukan mitigasi dan penanganan. Apalagi di puncak musim hujan yang seringkali diiringi dengan potensi banjir dan longsor.

Oleh karena itu, pada Sabtu lalu, apel siap siaga bencana dalam mempersiapkan diri untuk pencegahan dan minimalisir dampak dan lakukan penanganan dengan cepat. Fahmi mengatakan, selain potensi bencana fisik, sejak awal November memasuki peralihan musim pancaroba dari kemarau ke penghujan dan perlu diwaspadai cuaca ekstrem fenomena La Nina. Sehingga BMKG mengeluarkan imbauan warga hati-hati atas cuaca ekstrem dan dampak yang ditimbulkannya.

Ke depannya, ungkap Fahmi, ada upaya penyadaran kemampuan menghadapi bencana dan tercipta budaya tangguh bencana. Saat ini di kota ada dua kelurahan tanggap bencana yakni Cipanengah dan Sukakarya jadi modal untuk terus ditingkatkan Sukabumi jadi zona bebas bencana.

Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo menambahkan, aparat TNI siap membantu upaya penanganan bencana. Selain itu meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana di tengah tingginya intensitas hujan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement