Senin 09 Nov 2020 11:40 WIB

Cakupan Program Duta Bahasa Harus Diperluas Hingga Sekolah

Kemampuan berbahasa asing para finalis Duta Bahasa Nasional 2020, cukup baik. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Salah satu finalis Duta Bahasa saat membawakan tarian dalam penilaian Bakat Seni dan Budaya, Duta Bahasa Nasional 2020.
Foto: Istimewa
Salah satu finalis Duta Bahasa saat membawakan tarian dalam penilaian Bakat Seni dan Budaya, Duta Bahasa Nasional 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- English First (EF) tahun ini kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu juri dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020. Event ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada 19-24 Oktober 2020, di Jakarta. 

Bertindak sebagai juri mewakili EF, tim peneliti dan pengembangan akademi dan kurikulum di EF Wendy yang menjabat sebagai George Research & Development Advisor EF Indonesia. Wendy melakukan penilain, terhadap Pengetahuan Kebahasaan dan Keterampilan Berbahasa Asing 68 peserta Duta Bahasa yang mewakili 33 provinsi di Indonesia.

Wendy menilai, kemampuan berbahasa asing para finalis Duta Bahasa Nasional 2020 cukup baik dan dapat menjadi modal bagi mereka untuk berkomunikasi, berdiplomasi, dan mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia. 

Menurutnya, dengan meningkatkan kefasihan berbahasa asing dan penguasaan tenses (tata bahasa), maka cita-cita untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai komunikasi global dapat segera tercapai.

“Kami merasa senang dapat kembali terlibat dalam penjurian dan terus mendukung program Duta Bahasa Nasional. Program ini sangat penting bagi Indonesia," ujar Wendy dalam siaran persnya, Senin (9/11).

Menurutnya, program ini perlu diperluas untuk mencakup lebih banyak lagi sekolah dan institusi di Indonesia. Penting bagi generasi muda Indonesia untuk menyadari kekayaan sejarah bahasa mereka dan yakin akan potensi besar bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi global.

Koordinator Substansi Penghargaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ni Putu Ayu Widari mengatakan, melalui mekanisme penjurian wawancara terbuka, EF sangat berkompeten menilai kemampuan peserta dengan sangat baik, dan memberikan masukan yang membangun bagi peserta agar mereka dapat menguasai bahasa asing dengan lebih baik lagi. 

"Selain itu, EF sebagai lembaga pendidikan bahasa asing terpercaya telah membuktikan kemampuan dan perannya dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing masyarakat Indonesia," katanya.

Ni Putu Ayu juga menambahkan, selain mampu merealisasikan Trigatra Bahasa yaitu mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing dalam bentuk kegiatan-kegiatan konkret di masyarakat, para Duta Bahasa Nasional 2020 juga akan mengemban tiga tugas. Yakni, sebagai Abdi Bahasa untuk kegiatan pengembangan dan peningkatan budaya literasi masyarakat, Jaga Bahasa untuk mengampanyekan penggunaan bahasa di ruang publik, dan Niaga Bahasa untuk menyelenggarakan kegiatan edukasi kebahasaan dan kesastraan dalam bentuk produk niaga, kelas bahasa asing, seminar serta pameran. 

Menurutnya, melalui tema Inovasi Bagi Negeri dan Krida Bahasa sebagai kegiatan pendukung program, diharapkan para Duta Bahasa mampu menciptakan kegiatan dan produk inovatif di bidang kebahasaan dan kesastraan yang sesuai dengan perkembangan jaman. 

Beberapa karya dari Krida Bahasa di antaranya; Robot Bahasa, Siniar (Podcast), Bahan Bacaan Literasi, Permainan Ular Tangga Digital bertema kebahasaan dan kesastraan, serta berbagai produk lainnya.

Duta Bahasa yang terpilih nantinya akan diseleksi untuk menjadi Duta Bahasa Negara dalam program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di luar negeri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement