Kamis 05 Nov 2020 13:34 WIB

Jambi Berpotensi Hasilkan 215,4 Ton Beras Tahun Ini

Produksi beras tertinggi di Jambi pada 2020 terjadi pada Juli yaitu 27.978 ton.

Beras (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Beras (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat potensi produksi beras di Jambi pada 2020 diperkirakan mencapai 215.451 ton. Jumlah ini naik sebesar 37.087 ton atau 20,79 persen dibandingkan dengan produksi beras 2019 yang sebesar 178.364 ton.

Kepala BPS Provinsi Jambi Wahyudin menyebutkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk. Produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 setara dengan 171.543 ton beras, atau mengalami peningkatan sebesar 9.162 ton atau 5,64 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 162.382 ton.

Sementara itu potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 43.908 ton beras.

Produksi beras tertinggi di Jambi pada 2020 terjadi pada Juli yaitu 27.978 ton, sementara itu produksi beras terendah terjadi pada Desember, yaitu sebesar 8.939 ton. Berbeda dengan produksi pada 2020 produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada Maret.

Produksi padi di Provinsi Jambi sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 298.080 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami peningkatan sekitar 15.920 ton atau 5,64 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 282.161 ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 76.296 ton GKG.

"Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 374.376 ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 64.444 ton (20,79 persen) dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 309.933 ton GKG," kata Wahyudin dalam keterangan resminya kepada Antara, Kamis (5/11).

Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada Juli yaitu sebesar 48.616 ton sementara produksi terendah terjadi pada Januari yaitu sebesar 16.619 ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada Maret.

Tiga kabupaten atau kota dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2020 adalah Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kota Sungai Penuh. Sementara itu tiga kabupaten atau kota dengan potensi produksi padi terendah adalah Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Muarojambi, dan Kota Jambi.

Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kabupaten Muarojambi, dan Kabupaten Batanghari. Sementara itu, penurunan produksi padi pada 2020 hanya terjadi pada dua kabupaten yaitu di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tanjungjabung Barat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement