Kamis 22 Oct 2020 16:45 WIB

Tenaga Kesehatan Disiagakan Hadapi Libur Panjang

Selama liburan, laboratorium tetap buka melayani masyarakat.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolandha
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiagakan tenaga kesehatan dalam menghadapi libur panjang di akhir Oktober 2020. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan di saat libur panjang.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiagakan tenaga kesehatan dalam menghadapi libur panjang di akhir Oktober 2020. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan di saat libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiagakan tenaga kesehatan dalam menghadapi libur panjang di akhir Oktober 2020. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan di saat libur panjang.

"Tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di DIY  berjalan, seperti kita menghadapi hari-hari besar agama. Seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya yang long weekend," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie usai rapat koordinasi antisipasi Covid-19 dalam libur panjang di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (22/10).

Baca Juga

Pada saat libur panjang nanti, tenaga kesehatan yang disiagakan akan bergantian. Baik di rumah sakit maupun puskesmas yang ada di DIY.

Sehingga, pelayanan kepada masyarakat saat libur panjang pun tetap optimal. Begitu pun dengan laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19, tetap akan beroperasi di libur panjang nanti.

"Selama liburan, laboratorium tetap buka melayani masyarakat. Hanya saja ada jadwal-jadwal tertentu, pasti ada jadwal jaga di laboratorium," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi penting dalam mencegah penularan Covid-19. Terlebih saat libur panjang di akhir Oktober 2020 nanti, diperkirakan jumlah wisatawan yang datang ke DIY akan meningkat.

"Orang pakai masker itu harus punya kesadaran bahwa pakai masker itu sesuatu yang penting untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Itu harus tertanam pada seseorang," kata Sultan di Yogyakarta, Rabu (21/10).

Ia menyebut, wisatawan yang berlibur di kawasan wisata DIY tidak hanya merupakan warga DIY. Namun, yang datang ke DIY juga berasal dari luar daerah.

Diharapkan, wisatawan yang datang ke DIY dapat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pun juga sudah diterapkan di DIY.

Melalui sanksi ini, kata Sultan, tumbuh kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Terutama di tempat publik, seperti di kawasan wisata yang berpotensi terjadinya kerumunan.

"Diingatkan itu perlu, tapi kita bisanya hanya mengingatkan. Kalau kesadarannya tidak ada, diingatkan juga tidak akan bisa. Semoga, kabupaten/kota (di DIY yang menerapkan) punya sanksi,  tumbuh kesadaran yang sifatnya memaksa," ujar Sultan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement