Sabtu 10 Oct 2020 12:35 WIB

Virus Corona Rambah Masyarakat Distrik Pinggiran Jayawijaya

Penelusuran kasus Covid-19 dilakukan di sejumlah distrik pinggiran Jayawijaya.

Ilustrasi Covid-19. Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya Provinsi Papua menyebut virus corona mulai mewabah ke masyarakat di distrik pinggiran.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya Provinsi Papua menyebut virus corona mulai mewabah ke masyarakat di distrik pinggiran.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya Provinsi Papua menyebut virus corona mulai mewabah ke masyarakat di distrik pinggiran. Awalnya virus corona di Jayawijaya ditemukan pada masyarakat di pusat kota.

Ketua Tim Gugus Penanganan Covid-19 Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (10/10), mengatakan pencarian terhadap warga distrik pinggiran yang melakukan kontak dengan pasien masih terus dilakukan.

Baca Juga

"Dari hasil pencarian terhadap warga yang kontak langsung dengan pasien ini hasilnya positif. Hingga saat ini jumlah pasien yang dirawat mencapai 30 orang," katanya.

Jhon Banua mengatakan angka Covid-19 di Jayawijaya naik turun. Pernah berada pada angka 30 orang lalu turun menjadi 28 dan naik lagi menjadi 30 berdasarkan data terakhir.

Tim melakukan pencarian ke distrik di luar pusat ibu kota kabupaten sebab terjadi kontak antara pasien dengan masyarakat distrik. "Pencarian tidak hanya dilakukan di Distrik Wamena (pusat kota kabupaten) tetapi mencari semua sampai ke distrik lain, misalnya Distrik Pugima," katanya.

Bupati Jayawijaya ini memastikan kemungkinan jumlah pasien akan bertambah. Karena pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap masyarakat yang melakukan kontak dengan pasien-pasien.

"Kontak langsung antara satu pasien dengan masyarakat lainnya semua saling berkaitan sehingga mungkin masih ada tambahan karena situasi saat ini, kontaknya cukup banyak sekali," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement