Sabtu 10 Oct 2020 05:15 WIB

Pengelola MRT Pastikan Petugas Jalankan Protokol Kesehatan

Petugas MRT melarang masuk calon penumpang yang tidak memakai masker

Calon penumpang menggunakan masker saat menunggu kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (6/4). Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat yang berada di luar rumah serta pengguna transportasi umum mulai tanggal 12 April 2020 wajib menggunakan masker sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon penumpang menggunakan masker saat menunggu kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (6/4). Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat yang berada di luar rumah serta pengguna transportasi umum mulai tanggal 12 April 2020 wajib menggunakan masker sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengelola Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melakukan pengawasan ketat untuk memastikan petugas dan penumpang fasilitas transportasinya menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau 3M.

"Bagi penumpang yang tidak menggunakan masker kami tindak tegas," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin, Jumat (9/10)

Menurut dia, petugas MRT melarang masuk calon penumpang yang tidak memakai masker atau memakai masker yang tidak sesuai standar serta menegur penumpang yang membuka masker selama berada di dalam kereta.

"Jika sudah ditegur tidak menghiraukan maka kami menurunkan penumpang tersebut di stasiun terdekat," katanya.

Ia menjelaskan bahwa MRT mensyaratkan calon penumpang menggunakan masker medis atau masker tiga lapis. Penumpang yang memakai masker jenis scuba dan buff, yang bahannya tipis dan hanya satu lapis, tidak diperbolehkan menggunakan layanan MRT.

Menurut Kamaluddin, sampai sekarang belum ada calon penumpang yang kedapatan melanggar protokol kesehatan di fasilitas MRT, apalagi sampai diturunkan dari kereta. Hanya ada beberapa penumpang yang mendapat teguran petugas karena kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Untuk sekarang penumpang masih patuh apabila sudah ditegur, misalnya karena berbicara atau menelpon selama dalam perjalanan," kata Kamaluddin.

Ia menjelaskan pula MRT telah membuat marka agar penumpang bisa menjaga jarak aman dengan penumpang yang lain.

Pengelola MRT juga menyediakan cairan pembersih tangan dan tempat cuci tangan di tempat-tempat pelayanan serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di kereta dan stasiun.

Calon penumpang yang akan masuk ke fasilitas MRT pun diukur suhu tubuhnya untuk memastikan semua pengguna layanan dalam keadaan sehat.

"Jadi semuanya sudah disiapkan dengan sebaik mungkin," kata Kamaluddin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement