Senin 05 Oct 2020 09:47 WIB

Satgas Pamtas Ringkus Empat Pelaku Pembalakan Hutan

Pelaku langsung dibawa ke Pos Sungai Tengah untuk dilakukan pemeriksaan.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia berpatroli (ilustrasi).
Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia berpatroli (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas, Pos Sungai Tengah menangkap empat orang pelaku pembalakan hutan secara liar saat melewati Dermaga Batu Berjamban, Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Danpos Sungai Tengah Satgas Pamtas Yonif 642/KPS, Sertu Didik Nurcahyono mengatakan, terungkapnya aktivitas pembalakan hutan secara liar itu berawal dari informasi melalui telepon kepada personel Satgas Intel Koopsdam XII/TPR Tim 1 Sambas, yang mengabarkan empat orang yang akan melewati Dermaga Batu Berjamban.

Merespon informasi itu, Didik bersama tiga warga Sungai Tengah melakukan patroli bersama di kawasan perairan Sungai Tengah. Kemudian anggota pos menghentikan dan memeriksa satu buah perahu yang berisi kayu ilegal yang baru saja dipotong di kawasan Prepet Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus.

"Setelah diperiksa, pelaku langsung dibawa ke Pos Sungai Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan barang bukti diamankan di Dermaga PT Cakra Khatulistiwa Prima dan dijaga oleh dua orang anggota Pos Sungai Tengah," kata Didik di Kabupaten Sambas, Ahad (4/10).

Berdasarkan keterangan pelaku, rencananya kayu tersebut dikirim ke Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang diolah menjadi bahan baku bangunan. Adapun barang bukti yang diamankan, yakni satu buah perahu, satu buah mesin perahu 15 PK, satu buah mesin pemotong kayu, satu jeriken berisikan BBM premium 15 liter, dan sebanyak 30 batang kayu bulat berdiameter sekitar 20 dentimeter jenis kayu campuran.

Pelaku pembalakan hutan secara liar tersebut sudah melanggar Undang Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan pasal 82 ayat (1), 83 ayat (1), 84 ayat (1), 86 ayat (1) dan 88 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 250 juta, atau paling banyak Rp 15 miliar.

"Saat ini empat pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Polsek Paloh untuk proses hukum lebih lanjut," kata Didik.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement