Jumat 02 Oct 2020 05:18 WIB

Jalani WFH, ASN Diwajibkan Beri Edukasi Soal Covid-19

Semua ASN memiliki rasa tanggung jawab membantu pencegahan penyebaran covid-19.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Budi Raharjo
Status bahaya Covid-19 di Cirebon
Foto: Republika
Status bahaya Covid-19 di Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemkot Cirebon yang tengah menjalani Work From Home (WFH), diwajibkan memberi sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan tentang Covid-19, kepada masyarakat.

Aturan tersebut tertuang dalam petunjuk pelaksanaan surat Wali Kota Cirebon Nomor 443/1438-Adm.PemUm tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan oleh ASN dan pegawai BUMD di Kota Cirebon. Surat itu ditandatangani oleh Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Dalam surat itu, pimpinan perangkat daerah dan pimpinan BUMD diminta untuk mengatur, menugaskan dan mengendalikan ASN dan pegawai BUMD yang sedang WFH, untuk ikut serta melakukan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat keramaian.

"Banyak yang WFH, dianggapnya libur. Malah keluar kota, terus ketularan (Covid-19), balik ke Cirebon," cetus Azis, usai memberikan arahan kepada ASN di ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon.

Azis meminta, semua ASN di Kota Cirebon bisa bersama-sama memiliki rasa tanggung jawab membantu pencegahan penyebaran covid-19. Yaitu, dengan menjadi agen dan motivator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. "Karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon," tukas Azis.

Dalam pelaksanaannya, ASN dan pegawai BUMD yang sedang WFH itu dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon.

"Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan," ungkap Azis. Seperti disediakan masker, face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang.

Azis juga meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Anwar Sanusi, untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas mereka. "ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik, apalagi hare-hare, tolong dicatat," tegas Azis.

Jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, mereka bisa diberikan sanksi administrasi. Bahkan, bisa pula berupa penundaan kenaikan pangkat. "Ini penting agar ASN kita memiliki kepedulian," ungkap Azis.

Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat. "Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa mereka bisa tertular dan menularkan Covid-19 sehingga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan," tandas Azis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement