Kamis 01 Oct 2020 19:39 WIB

Pancasila Disebut Modal Utama Perangi Covid-19

Contoh nyata semangat gotong royong bisa disaksikan selama pandemi Covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Foto: Pemprov Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Pancasila merupakan modal utama untuk bersatu perang melawan penyebaran Covid-19. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial mampu menggerakkan seluruh anak bangsa untuk gotong royong menyelesaikan pandemi.  

“Saya rasa kita tidak perlu menyangsikan kesaktian Pancasila dalam menghadapi dinamika sosial politik dan gesekan yang terjadi di tengah masyarakat. Semuanya dapat diselesaikan jika kita kembali kepada nilai-nilai yang terkandung di dalam  Pancasila. Termasuk saat kita berjuang melawan pandemi ini,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis (1/10). 

Baca Juga

Khofifah mengatakan, contoh nyata semangat gotong royong ini dapat dengan mudah disaksikan selama pandemi, baik gotong royong yang dilakukan perorangan, organisasi, swasta, bahkan siswa sekolah yang saling bahu membahu dan tolong menolong satu sama lain. Semua itu, Khofifah mengatakan, terjadi tanpa harus dimobilisasi pemerintah. 

“Mereka membagikan masker, mengumpulkan donasi untuk APD tenaga medis, //hand sanitizer, membagikan makanan, bahkan mensuplai kebutuhan mereka yang divonis tertular Covid-19. Kalau bukan karena semangat gotong royong tidak mungkin ini,” ujarnya. 

Pandemi ini, lanjut Khofifah, memperkuat solidaritas sosial di antara anak bangsa. Meskipun ada kasus seperti terjadinya penolakan jenazah di beberapa daerah, namun lambat laun masyarakat bisa memahami bahwa pandemi ini harus disikapi dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong secara bersama-sama. 

Khofifah menegaskan, musuh yang dihadapi saat ini adalah virus yang tidak kasat mata. Dengan semangat kebersaamaan dan kekompakan untuk mematuhi seluruh protokol kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran Pemerintah, Khofifah yakin maka pandemi ini bisa segera berakhir. 

“Ini adalah wujud pengamalan Pancasila Sila Ke-3. Percuma si A disiplin protokol, tapi si B acuh. Tidak akan selesai pandemi ini. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Bahasa gampangnya kompak,” kata dia.

Pancasila, kata Khofifah, sangat relevan dengan situasi global kekinian. Dengan seluruh nilai yang dimiliki, Khofifah optimistis Indonesia mampu melalui segala tantangan zaman. 

“Pancasila harus terus eksis tidak hanya dalam dimensi ideologi berbangsa dan bernegara, tapi juga pengetahuan, dan tindakan seluruh anak bangsa. Dengan begitu cita-cita  akan Indonesia yang maju dan unggul dapat terwujud,” ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement