Kamis 24 Sep 2020 22:15 WIB

Kemenparekraf-Pemkot Denpasar Galakkan Gerakan Pakai Masker

Ada 1.200 masker yang disebar di Pasar Badung, Denpasar, pada Kamis (24/9).

Areal parkir Pasar Badung, Denpasar, Bali.
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Areal parkir Pasar Badung, Denpasar, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan kampanye Gerakan Pakai Masker (GPM). Kampanye dilakukan di areal parkir Pasar Badung, Kota Denpasar, Kamis (24/9).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R Kurleni Ukar, mengatakan gerakan kampanye tersebut bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19. Edukasi penggunaan masker terus digulirkan pemerintah. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama dalam melindungi diri dan melindungi sesama dari wabah Covid-19.

Pada kesempatan itu, Kurleni Ukar bersama Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara bersama OPD terkait secara bersama-sama mengampanyekan gerakan memakai masker. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung.

"Kehadiran kami di Kota Denpasar menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata," ujar Kurleni Ukar, Kamis (24/9).

                               

Dia menyebut, kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas gerakan memakai masker yang telah didukung Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar. Gerakan ini juga mendukung kebijakan dari Wali Kota Denpasar yang tidak terlepas dari turunan Impres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Kurleni Ukar mengatakan terdapat hal penting dalam melawan Covid-19 yakni memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Gerakan ini melibatkan dua dokter, yakni dr Sugeng Ibrahim, dan dr Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar.

Dia berharap keberadaan pasar tradisional menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan sehingga tidak menimbulkan klaster baru. Mereka juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker.

"Masker yang disebar saat ini sebanyak 1.200 masker yang memanfatkan UKM di Bali yang nantinya mampu turut serta membantu perekonomian masyarakat Pulau Dewata. Semoga upaya ini dapat memulihkan pariwista di Bali," kata dia.

Wali Kota Rai Mantra berterima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker. Dia mengatakan dalam kurun waktu sepekan terakhir, angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan. Dia berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker, dan jaga jarak tetap ditingkatkan.

Aktivitas di dalam Pasar Badung ini masih tetap berjalan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi terus dilakukan edukasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Perumda Pasar Kota Denpasar. Sejak Maret terjadinya pandemi Covid-19, Pasar Badung tidak pernah tutup, namun selalu dalam pengawasan.

Dia berharap dalam masa pandemi ini semua pihak bersama tetap produktif. "Semoga gerakan masker ini dapat membuat tingkat kesadaran masyarakat pulih kembali dan dapat produktif serta aman," kata Rai Mantra.

                               

                               

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement