Rabu 23 Sep 2020 12:51 WIB

Anies: Polusi Udara Meningkat Seiring Pertumbuhan Ekonomi 

Polusi udara di Jakarta telah melampaui panduan yang ditetapkan oleh WHO.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah kendaraan terjebak macet saat jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/9). Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, tingkat polusi udara di Jakarta telah bertambah selama beberapa dekade belakangan. Anies menyebut, hal itu terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sejumlah kendaraan terjebak macet saat jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/9). Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, tingkat polusi udara di Jakarta telah bertambah selama beberapa dekade belakangan. Anies menyebut, hal itu terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, tingkat polusi udara di Jakarta telah bertambah selama beberapa dekade belakangan. Anies menyebut, hal itu terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

"Selama beberapa dekade belakangan ini tingkat polusi udara di perkotaan telah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Sama halnya dengan di Jakarta," kata Anies dalam webinar Kolaborasi Jakarta Clean Air Partnership yang disiarkan melalui Zoom, Rabu (23/9).

Baca Juga

Anies menuturkan, polusi udara di Jakarta telah melampaui panduan yang ditetapkan oleh WHO dan standar nasional, sehingga dapat membahayakan kesehatan masyaramat. Namun, dia menilai, untuk mempertahankan pertumbuhan meningkatkan kualitas udara yang lebih sehat dapat dilakukan secara bersamaan.

"Sudah banyak perkotaan di seluruh dunia yang membuktikan bahwa kitaa bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas udara pada saat yang bersamaan. Pada akhirnya perekonomian dan ekologi akan berasal dari akar yang sama dan kita harua memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan ekologi bisa dilakukan secara bersamaan," papar Anies.

Oleh karena itu, Anies menuturkan, dibutuhkan suatu upaya penanganan pencemaran udara di Jakarta. Sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif untuk menjaga kestabilan perekonomian.

Anies menjelaskan, untuk mendukung hal tersebut, Pemprov DKI bekerja sama dengan organisasi Bloomberg Philanthropies dan Vital Strategies. Dia mengungkapkan, upaya pengendalian polusi udara di Jakarta itu akan dilakukan dalam tiga aspek, yakni sains, penerapan kebijakan, dan komunikasi.

"Kemitraan Jakarta dan Bloomberg Philanthropies akan fokus dalam peningkatan kualitas udara di Jakarta dalam dua tahun ke depan," jelas dia.

Dia pun berharap, melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan dua organisasi tersebut mampu meningkatkan kualitas udara yang lebih baik di Ibu Kota. Terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Saya nantikan dukungan dari Bloomberg dan Vital Strategies. Saya nantikan untuk lanjutkan upaya mewujudkan udara bersih dan isi jangka panjang kita agar Jakarta menjadi kota yang aman, produktif, dan berkelanjutan pada tahun 2030," imbuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement