Rabu 16 Sep 2020 16:02 WIB

Taman Balekambang Solo Ditutup Sampai Desember

Karena pandemi, proses pengadaan untuk Taman Balekambang dihentikan.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolandha
Taman Kelinci di Taman Balekambang Solo.
Foto: Republika/Binti Sholikah
Taman Kelinci di Taman Balekambang Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menutup sementara kawasan wisata Taman Balekambang sampai Desember 2020. Hal itu dilakukan lantaran adanya revitalisasi di kawasan wisata tersebut.

Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Solo, Weni Andrianto, awalnya revitalisasi Taman Balekambang dianggarkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 sebesar Rp 5,1 miliar. Namun, lantaran adanya pandemi Covid-19, kemudian proses pengadaan dihentikan berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan. Kemudian, pemerintah pusat mengizinkan revitalisasi melalui mekanisme DAK cadangan.

"Hanya dibatasi dari apa yang sudah diapprove, usulan parkir, lansekap, jalan dalam kawasan. Akhirnya approve Rp 1,8 miliar untuk jalan dalam kawasan dan lansekap, parkirannya tidak dilaksanakan, dipotong anggarannya," terang Weni kepada wartawan, Selasa (15/9).

Pagu anggaran senilai Rp 1,8 miliar setelah diajukan ke BLP ditenderkan, didapati pemenang dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,4 miliar.

Weni menjelaskan, revitalisasi menyasar jalan dalam kawasan dan lansekap taman. Perbaikan jalan di dalam kawasan antara lain dengan mengganti paving lama yang telah rusak dan pecah. Sedangkan untuk lansekap taman diperbaiki untuk menangani genangan, serta pemasangan pipa HDPE supaya tidak ada area yang tergenang.

"Arahan Kepala Dinas per Senin kemarin ditutup agar pembangunannya maksimal, secara kegiatan yang kerumunan masih dibatasi, sampai selesai pekerjaan sekitar 5 Desember, tutup untuk pengunjung harian, beberapa aspek dijalankan ketoprak masih main," paparnya.

Terkait pertunjukan Ketoprak Balekambang, Pemkot mengimbau agar pengunjung hanya datang untuk menonton dan langsung pulang setelah acara selesai. "Termasuk sendratari, area sendratari terus pulang. Pengunjung harian tidak ada, ada lagi kegiatan yang disetujui Kepala Dinas bisa saja," imbuhnya.

Sementara itu, Kelala UPTD Taman Balekambang, Sumeh, mengatakan, batasan pembangunan jalan dan lansekap dalam kawasan balekambang belum ditentukan. Per 1 September 2020 Taman Balekambang mulai tutup untuk pengunjung harian fan diperkirakan tutup sampai 5 Desember. "Tapi itu mungkin, makanya kami tulis sampai batas waktu yang tidak ditentukan, hewan-hewan biasa saja karena tidak mengganggu," ucap Sumeh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement