Senin 07 Sep 2020 15:51 WIB

Duh...TPU Pondok Rangon Hampir Penuh Jenazah Covid-19

Rekor terbaru, di TPU Pondok Rangon ini dimakamkan sebanyak 37 jenazah dalam sehari.

Rep: Amri Amrullah / Red: Agus Yulianto
TPU Pondok Rangon, Jakarta.
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
TPU Pondok Rangon, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terus meningkatnya kasus kematian akibat Covid-19 di Jakarta, berimbas pada lahan pemakaman yang semakin terbatas. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon yang dikhususkan bagi jenazah Covid-19, diprediksi akan penuh bulan Oktober ini, bila angka kematian harian di DKI terus bertambah.

Petugas pemakaman TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Imang Maulana mengungkapkan, lahan pemakaman yang kian terbatas. Hal ini dikarenakan jenazah yang meninggal akibat Covid-19 yang akan dimakamkan kian melonjak setiap harinya.

Kapasitas lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19, diakui dia, semakin terbatas. Berbanding terbalik dengan jumlah jenazah Covid yang terus bertambah. 

Rekor terbaru, kata dia, pada Sabtu (5/9), sehari di TPU Pondok Rangon telah dimakamkan 37 jenazah dalam satu hari.

"Rata-rata bulan sebelumnya hanya 20an jenazah Covid sehari, bulan September ini sudah 30an jenazah setiap hari. Kalau gak ada penambahan lahan, seandainya 30an saja sehari. Dipastikan dalam akhir bulan ini atau Oktober nanti lahan pemakaman khusus Covid di sini sudah habis," kata Imang kepada wartawan, Senin (7/9).

Memang, diakui dia, masih ada cadangan lahan di TPU Pondok Ranggon, dekat bantaran kali. Namun, lahan itupun dipastikan luasnya sangat terbatas. "Paling kapasitasnya hanya berapalah. Yang jelas juga terbatas untuk akhir bulan ini. Nggak banyaklah," tambahnya.

Sampai saat ini, terhitung sejak Maret hingga akhir Agustus, petugas TPU Pondok Ranggon telah memakamkan sebanyak 2.623 jenazah Covid-19. Diakui dia, ribuan jenazah Covid-19 yang telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon terbagi dari beberapa areal pemakaman khusus jenazah Covid.

"Yang saat ini adalah area yang kelima dibuka. Jadi lahan pertama di dekat pemakaman Kristen, dekat jembatan, sudah penuh. Kemudian pindah di area pojok, dan terus semakin ke ujung. Dan kesini sudah blad 98 sekarang," katanya.

Selain di TPU Pondok Ranggon, Pemprov DKI Jakarta menyediakan tempat pemakaman khusus pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Kondisi yang sama, keterbatasan lahan akibat meningkatnya angka jenazah Covid-19 juga dirasakan petugas pemakaman di TPU Tegal Alur.

Koordinator gali kubur TPU Tegal Alur, Asep mengatakan, dalam sehari setidaknya ada 20 makam dengan protokol khusus yang digali, selain dari makam umum biasa lainnya. Bahkan, jumlah itu ia nilai selalu bertambah setiap waktunya.

Asep mengakui, jumlah makam di tempatnya sudah diluar normal. "Sudah diluar normal. Beberapa kali lokasi pemakaman protokol (Covid-19) di sini juga dipindah-pindah," ujar dia.

Terkait dengan semakin terbatasnya lahan pemakaman Covid-19 tersebut DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta segera mencari lahan pemakaman baru. Hal ini penting untuk mengantisipasi bila lahan pemakaman khusus Covid-19 di dua tempat TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur akhirnya telah telah penuh.

Anggota DPRD yang juga Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif menilai Pemprov DKI khususnya Dinas Pertamanan dan Pemakaman perlu bergerak cepat menangani keterbatasan lahan pemakaman ini. Untuk mendorong hal itu, dalam waktu dekat Komisi D DPRD DKI akan memanggil dinas yang bersangkutan untuk mendapatkan solusi dari persoalan lahan pemakaman ini.

"Kita sudah tahu lahan pemakaman sekarang semakin terbatas, dan hanya cukup sampai 2-3 bulan kedepan. Karena itu kita minta solusi, dalam waktu dekat kita akan panggil Dinas Pertamanan dan Pemakaman terkait hal ini," kata dia, Senin (7/9).

Syarif juga menekankan perlunya area pemakaman baru. Hal itu terjadi apabila dalam kenyataannya tidak ada lagi lahan baru di dua kawasan TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur yang bisa dimanfaatkan, akibat sudah penuhnya area pemakaman. "Kita bisa minta untuk dibukakan lahan pemakaman baru di luar itu," kata dia.

Antisipasi ini, menurut Syarif, penting karena melihat tren kasus Covid-19 dan jumlah kematian akibat Covid ini terus bertambah setiap harinya. Apabila langkah antisipatif ini tidak dilakukan, dia khawatir banyak jenazah Covid-19 yang tidak mendapat lahan pemakaman yang khusus dan layak, sesuai protokol kesehatan Covid-19.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement