Ahad 06 Sep 2020 15:11 WIB

Sekolah Terimbas Proyek Kereta Cepat Rampung Dibangun

Bangunan dan fasilitas sekolah lebih baik dari yang sebelumnya.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Fuji Pratiwi
Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung di Purwakarta, Jawa Barat (ilustrasi). Pembangunan sekolah terimbas proyek kereta cepat di Purwakarta, Jawa Barat telah selesai.
Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung di Purwakarta, Jawa Barat (ilustrasi). Pembangunan sekolah terimbas proyek kereta cepat di Purwakarta, Jawa Barat telah selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pembangunan gedung baru Sekolah Satu Atap (Satap) Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP) di Desa Malang Nengah Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat telah dirampungkan. Sekolah ini sebelumnya terkena imbas dari proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT KCIC sehingga harus direlokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto mengatakan, sekolah yang telah direlokasi tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta. Terletak tak jauh dari lokasi sebelumnya, PT KCIC sudah mengganti sekolah dengan bangunan yang lebih baik dan fasilitas lengkap.

Baca Juga

"Sudah diserahterimakan. Bangunannya lebih baik dari yang sebelumnya. Alhamdulillah," kata Purwanto saat dihubungi Republika, Ahad (6/8).

Menurut Purwanto, PT KCIC telah merampungkan tiga bangunan sekolah yang direlokasi. Gedung belajar TK dengan luas 200 meter persegi yang terdiri dari tiga kelas, ruang guru dan kepala sekolah, serta dua toilet dan dilengkapi wastafel.

Sementara itu, kata dia, gedung sekolah dasar dibangun di atas tanah seluas 1.599 meter persegi di areal yang sama. Terdiri dari sembilan kelas, aula, ruang guru dan kepala sekolah, ruang keterampilan, tujuh toilet dan mushala. Juga gedung SMP seluas 484 meter persegi dengan empat kelas, ruang guru dan ruang laboratorium.

"Ruang penunjang belajar dengan fasilitasnya juga sudah dipenuhi,"ujarnya.

Ia menambahkan sarana dan fasilitas belajar mengajar juga sudah lengkap. Jauh lebih baik dan modern dibanding sekolah sebelumnya. Meski sudah diserahterimakan, sekolah ini belum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab, di tengah Pandemi Covid-19 ini para siswa masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tapi sudah digunakan oleh guru-gurunya," ucapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement