Kamis 20 Aug 2020 23:23 WIB

Pejabat Pemkab Probolinggo Ikuti Tes Usap Massal Covid-19

Tes usap dilakukan dalam rangka upaya pencegahan Covid-19

Pejabat Pemkab Probolinggo Ikuti Tes Usap Massal Covid-19 (ilustrasi)
Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Pejabat Pemkab Probolinggo Ikuti Tes Usap Massal Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,PROBOLINGGO -- Para pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengikuti tes usap massal untuk memastikan kondisi kesehatan mereka di tengah pandemi Covid-19 selama dua hari, 19-20 Agustus 2020, di Pendapa Prasaja Ngesti Wibawa kabupaten setempat.

Pemeriksaan tes usap massal yang diikuti seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo itu dipimpin Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.

"Kegiatan itu merupakan hal yang penting dan krusial untuk memastikan status kesehatan seluruh pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Probolinggo karena sebagai pelayan masyarakat harus dalam kondisi benar-benar fit kesehatannya," kata Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari dalam rilisnya Kamis (20/8).

Menurutnya pemeriksaan tes usap itu dilakukan dalam rangka upaya pencegahan pengendalian penyebaran virus corona jenis baru di Kabupaten Probolinggo, sehingga dengan modal awal semua aparat didalamnya sehat, maka nantinya akan lebih semangat.

"Itu salah satu bentuk antisipasi menyebarnya wabah Covid-19 sebagai pengingat dan sudah menjadi kewajiban untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo," tuturnya.

Tes usap massal yang ditangani petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo itu berlangsung selama dua hari dengan pemeriksaan dilakukan dengan cara pengambilan lendir pada rongga hidung.

Hingga Kamis malam, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo merilis orang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 337 orang atau bertambah empat orang dari sebelumnya sebanyak 333 orang dengan keterangan 49 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, sebanyak 275 orang sembuh dan 13 orang meninggal dunia.

Tambahan empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu masuk ke dalam Klaster Pelangi karena penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas sumbernya dari mana.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement