Ahad 16 Aug 2020 01:04 WIB

55 Orang di NTT Meninggal karena DBD

Januari hingga Juni 2020 ada 5.482 orang terpapar penyakit DBD.

Suasana di salah satu ruangan perawatan bagi pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Tc Hillers di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,Sabtu (14/3/2020).
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Suasana di salah satu ruangan perawatan bagi pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Tc Hillers di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,Sabtu (14/3/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Pemerintah Nusa Tenggara Timur mencatat ada 55 orang warga daerah ini meninggal dunia akibat menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari hingga Juni 2020 .

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat mengatakan penyakit DBD yang melanda NTT selama periode Januari hingga Juni 2020 mengakibatkan 5.482 orang terpapar penyakit DBD.

Menurut dia, ada tiga daerah dengan kasus DBD terparah dengan jumlah kasus kematian yang tinggi. Tiga daerah tersebut pun ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.

"Tiga daerah dengan kasus kematian terbanyak, yaitu Kabupaten Sikka, Lembata dan Kabupaten Alor," ujarnya.

Namun, berkat kerja sama penanganan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kasus DBD dapat diatasi dan status KLB di tiga kabupaten tersebut telah dicabut.

Kendati demikian tambah Viktor, perlu menjadi perhatian dan pembelajaran bersama bahwa karakter DBD sudah berubah seiring perubahan iklim, di mana kasus DBD tidak bersifat musiman hanya pada bulan Oktober-Desember tetapi dapat terjadi sepanjang tahun.

Dengan demikian tambah Viktor tindakan pemberantasan DBD ini harus tetap kita laksanakan secara masif dan terus-menerus dengan meningkatkan kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dalam memberantas sarang nyamuk demam berdarah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement