Selasa 04 Aug 2020 20:44 WIB

Pelaku Parekraf Desa Tanjung Burung Diajak Sambut New Normal

Gerakan BISA adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo.

Seorang peserta merapikan peralatan sarana kebersihan pada pencanangan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman).
Foto: Antara/FB Anggoro
Seorang peserta merapikan peralatan sarana kebersihan pada pencanangan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kemenparekraf/Baparekraf mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk menyambut normal baru (new normal) dengan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA), Selasa (4/8).

Menurut Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar, Gerakan BISA adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo. "Arahan tersebut adalah untuk melaksanakan gerakan perlindungan sosial bagi pelaku dan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Tepatnya melalui gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha di sektor parekraf," katanya.

Ditambahkannya, Gerakan BISA yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha parekraf dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di lingkungan destinasi wisata.

"Kita ingin masyarakat dan pelaku parekraf benar-benar siap untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19, khususnya di Desa Tanjung Burung Kabupaten Tangerang," ujar Kurleni.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf sampai saat ini telah melaksanakan Gerakan BISA di beberapa wilayah Indonesia. Seperti Kabupaten Langkat, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Pulau Untung Jawa dan Pusat Kuliner Muara Angke, Ciwidey, Ranca Bali, Lembang, Tahura Bandung, Tegal, Pekalongan, Wonosobo, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pandeglang.

"Di masa-masa berat kita seperti ini, Kita membutuhkan ketahanan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi. Kita harus meyakini bahwa hidup harus tetap berjalan. Kita harus optimistis akan ada kehidupan yang lebih indah kedepannya. Kami dari Kemenparekraf dengan keterbatasan anggaran yang ada, mengadakan program seperti padat karya. Dengan program ini diharapkan kita dapat menghadapi dengan optimistis masa pandemi ini," ujarnya.

Ditambahkannya, subsektor pariwisata sangat terdampak pandemi. Hal itu bisa dilihat banyaknya hotel dan destinasi pariwisata yang tutup. Kemenparekraf dan DPR mengharapkan agar pandemi ini tidak menjadi masalah yang besar dan semoga pandemi ini segera berakhir agar sektor pariwisata dapat pulih seperti sedia kala.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement