Senin 27 Jul 2020 15:11 WIB

Suhu Dingin Landa Sejumlah Daerah di Jabar

Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan merasakan suhu dingin dibanding hari biasa

Rep: Lilis sri handayani/ Red: Esthi Maharani
Suhu yang dingin/ilustrasi
Foto: Wikimedia
Suhu yang dingin/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Masyarakat di Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) merasakan suhu udara dalam beberapa hari terakhir ini lebih dingin dibandingkan hari-hari biasa.

Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, suhu udara dingin saat ini disebabkan adanya pergerakan massa udara dingin dan kering dari Australia ke Asia yang melewati wilayah Indonesia.

Saat musim kemarau, terang Faiz, tutupan awan sedikit bahkan tidak ada sehingga bumi jadi semacam tak berselimut. Pada saat tak berselimut, panas yang diserap pada siang hari akan sangat mudah dilepas pada malam hari.

Dengan demikian, lanjut Faiz, malam hari terasa dingin dari kondisi biasanya. Dia menyebutkan, selama dua hari terakhir, suhu udara minimum di Wilayah Ciayumajakuning berkisar 20 – 23 derajat celcius.

‘’Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung hingga September 2020,’’ terang Faiz kepada Republika, Senin (27/7).

Dalam kondisi seperti sekarang, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian dan selimut yang tebal saat malam hari. Selain itu, gunakan krim/pelembab kulit agar kulit tidak kering.

‘’Cukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi,’’ tukas Faiz.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Republika di Kabupaten Indramayu, suhu udara dingin terasa saat malam hingga pagi hari. Namun meski demikian, suhu udara pada siang hari justru terasa panas menyengat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement