Senin 20 Jul 2020 23:58 WIB

BMKG: Hujan di Musim Kemarau Landa Aceh Hingga Akhir Juli

Cuaca sepekan ke depan diperkirakan masih sama di sebagian Aceh.

Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)
Foto: Antara Foto
Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metrologi Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar memperkirakan, hujan di musim kemarau melanda sebagian besar wilayah di provinsi paling utara Sumatra hingga akhir Juli tahun ini.

"Saat ini, termasuk kemarau basah. (Sisa hingga akhir bulan ini kemarau basah) kalau lihat dan perkirakan begitu. Tapi untuk perkiraan kita bisa berikan cuma tiga hari," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metrologi Aceh Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin (20/7).

Hasil analisa pihaknya dari pantauan radar satelit menyebut, cuaca sepekan ke depan masih sama dalam beberapa hari terakhir di sebagian besar di provinsi ini akibat terjadi belokan angin di Samudera Hindia barat Aceh.

Kemudian terjadi anomali suhu muka laut di perairan Aceh antara satu hingga tiga derajat Celcius di Samudera Hindia barat Sumatra yang menyebabkan meningkatnya penguapan air laut.

"Saat air laut menguap, maka turun hujan. Dengan adanya belokan angin tadi, sehingga uap air yang harusnya jatuh di tempat lain, tetapi berbelok ke wilayah Aceh," terangnya.

Akibat naiknya suhu muka laut di perairan Aceh, papar dia, maka para nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi mencapai tiga meter.

"Di wilayah perairan utara Sabang, barat-selatan Aceh, Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh dan sekitarnya dapat mencapai tiga meter lebih," sebutnya.

"Untuk kebakaran hutan dan lahan, potensi kecil. Namun kalau untuk kebakaran permukiman (rumah), tetap harus waspada," ujar Zakaria.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement