Jumat 17 Jul 2020 21:00 WIB

Satu Keluarga di Cianjur Positif Covid-19

Tiga warga Cianjur yang terdiri dari anak dan kedua orang tuanya positif Covid-19

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
virus corona (ilustrasi). Tiga warga Cianjur yang terdiri dari anak dan kedua orang tuanya positif Covid-19.
Foto: www.freepik.com
virus corona (ilustrasi). Tiga warga Cianjur yang terdiri dari anak dan kedua orang tuanya positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menemukan tiga orang yang terdiri dari satu keluarga warga Kecamatan Bojongpicung, positif Covid-19. Hasil tes swab Labkesda Jabar menunjukan ketiga orang yang terdiri dari anak dan orang tua itu dinyatakan positif dan menjalani isolasi di vila Ciherang.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan terungkapnya tiga orang yang positif Covid-19 itu berawal dari tes cepat massal terhadap tenaga medis di sejumlah puskesmas. Setelah hasilnya keluar ditemukan sejumlah nama reaktif berdasarkan hasil tes cepat.

Baca Juga

"Kami langsung melakukan tes swab terhadap nama-nama yang diduga reaktif. Setelah hasilnya keluar ditemukan nama S dengan hasil tes usap reaktif sehingga kami melakukan penelusuran terhadap keluarga dan rekan kerjannya," kata Yusman, Jumat.

Pihaknya melakukan tes cepat terhadap 10 orang anggota keluarga dan menemukan dua orang di antaranya merupakan reaktif hasil tes cepat. Pihaknya langsung mengambil sampel dahak untuk diperiksa di Labkesda Jabar. Hasil lab menunjukan positif Covid-19 sehingga S yang merupakan tenaga medis di pusat layanan kesehatan dan orang tuanya yang sudah berusia lanjut langsung diisolasi.

"S merupakan tenaga medis di puskesmas setempat, diduga terpapar dari suaminya yang bekerja di Jakarta. Suaminya pun dinyatakan positif setelah dilakukan tes swab di Jakarta, sehingga suaminya diduga sebagai penyebab tertularnya ketiga orang yang terdiri dari istri dan mertuanya," papar Yusman.

Saat ini ketiga orang tersebut sedang menjalani isolasi di vila yang disediakan pemerintah daerah. Karena pasien ditemukan saat dilakukan tes cepat massal sehingga tidak dilakukan di ruang isolasi rumah sakit rujukan seperti pasien lainnya. Namun selama menjalani isolasi ketiganya tetap mendapat pelayanan dari dokter dan tim kesehatan secara khusus.

"Meskipun di rumah isolasi, ketiganya tetap mendapat penangan khusus dari tim medis. Ketiganya akan menjalani isolasi selama 14 hari dengan harapan ketiganya sembuh seperti semula," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement