Kamis 16 Jul 2020 17:17 WIB

Pemenuhan Gizi Anak Terhambat Pandemi Covid-19

Permasalahan pemenuhan gizi dapat terjadi pada orang tua maupun anak akibat pandemi.

Siswa kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi, Senin (13/7/2020). Pandemi Covid-19 membuat anak rentan mengalami masalah pemenuhan gizi, bosan di rumah, dan rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan
Siswa kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi, Senin (13/7/2020). Pandemi Covid-19 membuat anak rentan mengalami masalah pemenuhan gizi, bosan di rumah, dan rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin mengatakan, pemenuhan gizi anak dapat terhambat semasa pandemi Covid-19. Sebagian orang tua kehilangan sumber pendapatan atau pendapatannya berkurang akibat pandemi sehingga menurunkan kualitas gizi keluarga, termasuk yang diberikan kepada anak.

"Permasalahan pemenuhan gizi dapat terjadi pada orang tua maupun anak sendiri," kata Lenny dalam seminar daring yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diikuti melalui akun Youtube Forum Anak Nasional di Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Pada masa awal pandemi Covid-19, sebagian keluarga juga memilih membeli persediaan bahan makanan dalam jumlah banyak. Akan tetapi, bahan makanan yang dibeli merupakan makanan dalam kemasan kaleng atau makanan instan.

"Akibatnya, permasalahan gizi keluarga, termasuk pemenuhan gizi anak, menjadi terabaikan," tuturnya.

Sementara itu, anak juga rentan mengalami kekerasan selama pandemi Covid-19. Masalah lain yang mereka hadapi saat pandemi antara lain, tidak senang karena harus belajar dari rumah, gizinya tidak terpenuhi, dan anak bosan karena harus di rumah saja.

Di sisi lain, Lenny juga mengatakan, perilaku merokok orang tua juga menjadi salah satu sebab gizi anak tidak terpenuhi dengan baik. Menurut survei Badan Pusat Statistik, pembelanjaan untuk konsumsi pada rumah tangga termiskin yang tertinggi adalah untuk beras dan rokok.

"Itu berarti rokok mengalahkan pemenuhan gizi anak. Ini menjadi tantangan bagi kita semua," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement