Senin 13 Jul 2020 20:37 WIB

Dua Petugas Medis di Garut Terpapar Covid-19

Petugas masih melakukan penelusuran para petugas medis lainnya di dua puskesmas itu

Rep: Bayu Adji P/ Red: Hiru Muhammad
Bupati Garut Rudy Gunawan secara seremonial memulangkan pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, Selasa (16/6).
Foto: dok. Istimewa
Bupati Garut Rudy Gunawan secara seremonial memulangkan pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, Selasa (16/6).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengonfirmasi penambahan dua kasus baru pasien positif Covid-19. Dua kasus baru itu merupakan petugas medis yang bertugas di dua puskesmas di Kabupaten Garut. 

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, satu orang petugas medis dari Puskesmas Cempaka, Kecamatan Karangpawitan, dilaporkan pada Ahad (12/7). Sementara satu kasus terbaru yang ditemukan pada Senin (13/7) berasal dari Puskesmas Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. "Kasus terakhir baru diketahui hari ini, padahal diperiksanya tanggal 15 Juni, hampir satu bulan," katanya.

Ia mengatakan, Kabupaten Garut sebenarnya telah memiliki laboratorium sendiri yang bisa memeriksa sampel uji usap (swab test). Namun, lantaran banyaknya sampel yang diperiksa, waktu pemeriksaan menjadi lama."Kami ada alat, tapi tidak cukup untuk melakukan tracing. Selama ini hanya untuk pasien yang ke rumah sakit," kata dia. 

Kendati demikian, Helmi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya agar laboratorium pemeriksaan swab test di RSUD dr Slamet dapat berfungsi maksimal. Sebab, menurut dia, untuk melakukan penelusuran dengan cepat diperlukan hasil pemeriksaan swab yang cepat pula.

Ihwal kasus terakhir yang berasal dari Puskesmas Bagendit, Helmi menduga pasien tertular di Kabupaten Garut. Sebab, dari penelusuran petugas survailans diketahui pasien terakhir ini tak pernah ke luar kota."Ini terus kita tracking, agar jelas tertular dari mana," kata dia. 

Ia menambahkan, dua puskesmas itu untuk sementara dihentikan operasinya. Petugas masih akan melakukan penelusuran kepada para petugas medis lainnya di dua puskesmas itu. "Kalau hasilnya lama, tutupnya lama. Kasihan masyarakat pelayanan terganggu," kata dia.

Kendati terdapat penambahan dua kasus selama dua hari terakhir, satu kasus terakhir yang dinyatakan Helmi pada Senin belum masuk ke dalam data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut. Berdasarkan data hingga Senin sore, tercatat 27 kasus positif di Kabupaten Garut. Sebanyak 23 orang telah dinyatakan sembuh, satu orang masih menjalani perawatan, dan sisanya meninggal dunia.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement