Selasa 30 Jun 2020 13:12 WIB

Bantah Risma, Mayoritas Pasien RSUD Dr Soetomo dari Surabaya

Sebanyak 79 pasien Covid-19 RSUD dr Soetomo warga Surabaya.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.
Foto: Dok Unair
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi, mengungkapkan, saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya sebanyak 1.097 orang. Dari jumlah total pasien tersebut, 865 orang di antaranya merupakan warga Surabaya. Pernyataan Joni tersebut dimaksudkan untuk mematahkan anggapan bahwa RSUD dr Soetomo enggan merawat pasien asal Surabaya.

"Soetomo itu memberikan perawatan pasien dari hampir semua provinsi ya. Jatim, Jateng, Jabar, sampai orang Maluku ada. Memang tidak banyak. Yang banyak orang Jawa Timur. Dari masyarakat Jawa Timur, yang terbanyak adalah dari Surabaya, 79 persen. Logis karena Soetomo ada di Surabaya," ujar Joni di Surabaya, Selasa (30/6).

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sudah berusaha membangun komunikasi dengan RSUD dr Soetomo, tetapi kesulitan. Dia mengharapkan warganya yang terinfeksi Covid-19 bisa dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. Atas pernyataan Risma tersebut, Joni mengaku kerap mendapatkan pertanyaan seputar benar atau tidaknya RSUD dr Soetomo tidak mau merawat pasien warga Surabaya.

"Sampai kawan saya yang di luar negeri pun WA saya, apa betul Soetomo tidak merawat orang Surabaya? Saya kirimkan itu (data pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soetomo)," ujar Joni.

Joni mengatakan, dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran, rumah sakit dilarang membeda-bedakan pasien, baik itu berdasarkan suku, agama, maupun kebangsaan sekalipun. RSUD dr Soetomo, menurut Joni, adalah rumah sakit pendidikan. Dia mengakui, asalkan ada indikasi medis dan tempatnya tersedia, pasien pasti dilayani.

"Wong gak ada tempat saja kita carikan tempat. Ada pernah pasien berasal dari Rusia jatuh di Bromo. Orang asing, tapi kita kelola yang baik, sampai dia pulang. Kepalanya saya sendiri yang operasi karena ada pendarahan di otak. Itu orang asing, apalagi orang Surabaya," kata Joni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement