Ahad 28 Jun 2020 20:50 WIB

Pemkab Pekalongan Siap Sambut Wisatawan Normal Baru

Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai zona hijau dan menerapkan tatanan normal baru

Sejumlah pengunjung bermain air di Wisata Black Canyon, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (29/9/2019).
Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Sejumlah pengunjung bermain air di Wisata Black Canyon, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (29/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID,PEKALONGAN -- Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menyambut kunjungan wisatawan dengan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi virus Corona jenis baru (Covid-19).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa kesiapan pemkab membuka destinasi wisata ini dengan tetap mempertimbangkan penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung wisata. "Kita tetap menekan penerapan protokol kesehatan bagi wisatawan setelah Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai zona hijau dan menerapkan tatanan normal baru," katanya, Ahad (28/6).

Ia mengingatkan pada pengelola objek wisata dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) setempat agar para pengunjung tidak mengabaikan anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan saat akan masuk ke objek wisata.

"Kita sudah resmi membuka semua objek wisata di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena, saya minta para pengelola harus menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung objek wisata," katanya.

Semua wisatawan yang akan masuk ke objek wisata, kata dia, wajib dicek suhu tubuh, penggunaan masker, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk.

Menurut dia, Kabupaten Pekalongan memiliki 28 objek wisata yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan tiga lainnya yaitu objek wisata LinggoAsri, Bumi Perkemahan, Panyai Depok oleh pemerintah daerah.

"Saat ini perkembangan wisata sudah sangat singnifikan karena pada empat tahun terakhir ini, kita bisa memberikan regulasi serta fasilitasi destinasi wisata baru yang dikelola masyarakat," katanya.

Pengunjung objek wisata Linggo Asri Silfi (35) mengatakan dirinya bersama keluarganya sengaja datang ke objek wisaya ini setelah pemerintah sempat melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Saya baru kali pertama kali datang ke objek wisata ini, setelah 'lockdown' berbulan-bulan. Oleh karena, kami setelah mendengar objek wisata Linggo Asri dibuka kembali langsung datang ke sini untuk cari udara segar dan keindangan alam," katanya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement