REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat akhirnya menarik Arab Saudi dari daftar negara-negara yang melakukan kejahatan penyelundupan dan perdagangan manusia terparah. Amerika memandang Arab Saudi telah memperbaiki reputasinya dalam setahun belakangan.
Departemen Dalam Negeri Amerika tiap tahun merilis dafar negara penyelundup manusia. Untuk tahun ini, Saudi lolos dari kategori terparah karena diduga sudah memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.
Amerika membantahnya dengan menyebut Saudi telah memperbaiki diri. Diantaranya dengan penyediaan program perlindungan bagi korban penyelundupan manusia untuk pertama kalinya. Pemerintah Saudi juga diklaim lebih transparan dalam laporkan kasus-kasus penyelundupan manusia.
"Kami serius menangani perdagangan manusia yang disponsori pemerintah. Itulah sikap yang bertentangan dengan alasan kehadiran negara. Negara harusnya melindungi rakyatnya," kata Setneg Amerika, Mike Pompeo dilansir dari CNN pada Jumat (26/6) .
Amerika Serikat memuji sikap tegas ArabSaudi setelah menghukum dua pejabatnya yang terbukti bersalah dalam kasus penyelundupan manusia. Keduanya kini berada di balik jeruji besi.
Dengan demikian Arab Saudi kini masuk kategori II dimana indikatornya ialah berusaha kuat melawan penyelundupan manusia. Kelompok ini berhak mendapat bantuan dan menjalin kerjasama dengan Amerika.
Tahun lalu, Arab Saudi duduk di kategori III atau daftar negara penyelundup manusia terparah. Amerika tak mau bekerjasama dan memberi sumbangan pada negara di kategori ini.
"Amerika tak akan tinggal diam pada negara yang kebijakannya mendukung perdagangan manusia," ujar Pompeo.




