Selasa 23 Jun 2020 18:31 WIB

19 ASN Jatim Positif Covid-19

Total ada 7.286 ASN yang menjalani tes cepat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah
Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)
Foto: EPA/CDC
Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur Nurcholis mengungkapkan, jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim sebanyak 77.953 orang. Dari jumlah tersebut, baru 7.286 orang yang menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19. Artinya, jika dipersentasekan, hanya 9,35 persen ASN Pemprov Jatim yang telah menjalani rapid test.

Dari jumlah tersebut, kata Nurcholis, ada 218 ASN di lingkungan Pempprov Jatim yang dinyatakan reaktif rapid test. Nurcholis melanjutkan 218 ASN yang reaktif, baru 174 orang yang dilakukan tes swab PCR. Hasilnya, 19 ASN positif Covid-19, 38 orang negatif Covid-19, dan 125 sisanya menunggu hasil tes swab keluar.

Baca Juga

"Yang reaktif 218 orang, yang positif 19 orang. Itu mulai pertama sampai terakhir tadi pagi," ujar Nurcholis di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/6).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memgungkapkan, sebagian besar ASN yang dinyatakan positif Covid-19, dirawat di rumah sakit darurat, di Jalan Indapura, Surabaya. Karena sebagian bergejala ringan. Namun, kata dia, mereka yang bergejala klinis berat tetap dibawa ke rumah sakit rujukan yang lebih lengkap.

"Ini sesuatu yang memang harus kita hadapi bersama. Hari ini ada yang sudah dirawat di RS darurat. Yang (gejala klinisnya) sedang ke arah berat dibawanya ke RS rujukan," ujar Khofifah.

Khofifah mengingatkan, suasana saat ini, belum terbebas dari Covid-19, baik dunia, nasional, maupun Provinsi Jawa Timur. Karena, kata dia, jika dilihat dari data yang ada, peningkatan pasien Covid-19 masih signifikan. Khofifah pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan, meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah selesai.

"Oleh karena itu sebelum vaksin ditemukan, vaksin yang paling ampuh adalah disiplin. Jangan pernah kita merasa oh ini sudah tidak PSBB  boleh berlonggar-longgar ria " kata Khofifah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement